Beranda blog Halaman 27

Seleksi Direktur PDAM Sampang Tabrak Aturan, Pansel Loloskan Peserta Tak Penuhi Syarat

Sampang, (Media Madura) – Tahapan seleksi penerimaan Direktur PDAM Trunojoyo Sampang yang dibuka sejak Mei 2025 disinyalir menabrak aturan. Proses perekrutan tersebut memiliki keganjalan serta bertentangan dengan Peraturan Bupati (Perbup) Sampang, Jumat (27/6/2025).

Seperti diungkapkan Ketua DPD Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Sampang Alie Mahrus. Ia mengatakan, regulasi yang diduga dilanggar dalam proses seleksi Direktur Perumda Air Minum Trunojoyo adalah Perbup Nomor 47 tahun 2012 tentang susunan organisasi dan tata kerja Perusahaan Daerah Air Minum Trunojoyo Kabupaten Sampang.

Kata Mahrus, Panitia Seleksi (Pansel) diduga ‘main mata’ demi meloloskan salah satu peserta seleksi meski tak memenuhi persyaratan. Aturan yang paling krusial berpotensi dilanggar adalah Pasal 11 point (4) huruf (b) dan huruf (c).

Idealnya, calon direksi harus memenuhi persyaratan mempunyai pengalaman kerja minimal 10 tahun bagi yang berasal dari PDAM atau minimal 15 tahun bagi yang bukan berasal dari PDAM. Itu pun wajib dibuktikan dengan surat keterangan (referensi) dari perusahaan.

Tak hanya itu, calon Direktur BUMD yang bergerak di bidang pelayanan air minum tersebut harus lulus pelatihan manajemen air minum di dalam atau luar negeri yang telah terakreditasi dibuktikan dengan sertifikasi atau ijazah.

“Saya yakin bahwa Direktur PDAM Sampang yang baru saja dilantik ini tidak memenuhi persyaratan sesuai acuan Perbup Nomor 47, punya pengalaman apa di bidang air minum, lalu mana (surat-red) referensi atau lisensi dari manajemen air minum,” ungkap Mahrus, Jumat.

Menurut dia, publik berhak tahu apa yang dilakukan Tim Pansel selama tahapan pelaksanaan seleksi direksi BUMD. Seluruh hasil seleksi administrasi, uji kelayakan dan kepatutan (UKK), hingga tes wawancara, perlu dipublikasikan.

“Untuk menyakinkan kepada publik harus transparan agar supaya menghindari spekulasi kepentingan politik balas budi, selain ada rumor seleksi direksi sarat kepentingan juga terindikasi nepotisme,” ujarnya.

“Masih banyak didapati aturan-aturan yang dilanggar dalam proses seleksi direksi BUMD PDAM, apapun alasannya Pansel telah mengabaikan regulasi yang berlaku,” imbuh Mahrus.

Maka itu, dirinya meminta DPRD Sampang ikut andil mengawasi dan menyoroti proses seleksi Direktur PDAM yang dinilai tidak transparan serta banyak temuan kecurangan.

Menanggapi itu, Anggota Tim Pansel PDAM Sampang Yazid Sholihin mengaku tidak mempersoalkan persyaratan calon direksi terkait kompetensi pengalaman kerja maupun lisensi manajemen air minum. Sebab, item persyaratan tersebut tidak dicantumkan saat pendaftaran seleksi.

“Tidak ada persyaratan itu, jadi bebas tidak ada masalah kok, kecuali memang dicantumkan,” kata Yazid.

Ditanya apakah Perbup 47 tahun 2012 menjadi acuan dalam proses seleksi calon Dewan Pengawas dan Direktur Perumda Air Minum Trunojoyo. Yazid berkelah dan menyarankan agar menanyakan hal itu kepada Ketua Pansel sekaligus Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setkab Sampang.

“Harus tanya Ketua Pansel, kalau saya hanya panitia penerimaan saja,” kelitnya.

Saat dikonfirmasi, Ketua Pansel PDAM Sampang Sri Andoyo Sudono belum ada jawaban meski berkali-kali dihubungi.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Porprov Jatim 2025, Atlet Angkat Besi Sumbang 3 Medali untuk Kabupaten Pamekasan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Kabupaten Pamekasan kembali mengantongi medali di ajang Porprov Jatim IX 2025. Kali ini 3 medali disumbangkan atlet dari cabang olahraga (Cabor) Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Pamekasan. Rinciannya, 2 medali perak dan 1 medali perunggu.

Adalah Moh. Dimas Syafi’i, salah satunya peraih medali perak di angkatan clean and jerk dengan beban 138 kilogram kelas 65 kilogram.

Ketua KONI Pamekasan, Djohan Susanto yang mengalungkan langsung medali kepada sang peraih medalah mengaku bangga atas prestasi yang diraih atlet angkat besi asal Bumi Gerbang Salam.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan yang luar biasa dari pelatih, pemerintah, dan masyarakat Kabupaten Pamekasan. Kami pun sangat bangga,” katanya, Jumat (27/6/2025).

Djohan, berharap pencapaian ini akan memberikan dorongan semangat bagi atlet-atlet lain dari berbagai cabang olahraga yang sedang bertanding di Porprov Jatim.

Djohan juga mengapresiasi semangat dan upaya keras para atlet Pamekasan yang gigih dalam mempersembahkan medali. Dia menekankan pentingnya sikap optimisme dan upaya maksimal dalam setiap pertandingan.

“Kami menyerukan kepada semua atlet dari berbagai cabang olahraga untuk selalu menjaga optimisme dalam meraih prestasi di Porprov Jatim 2025,” pungkasnya. (Zainol/Arif)

Tim Futsalnya Raih Medali di Porprov Jatim 2025, Tabri: Rezeki Terbaik untuk Pamekasan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Capaian luar biasa ditorehkan tim Futsal Kabupaten Pamekasan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025.

Mereka berhasil membawa pulang medali perunggu sebagai juara 3 setelah mengalahkan tim Futsal Kabupaten Ponorogo 1-0 di Graha Polinema, Kota Malang, Jumat (27/6/2025).

Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (Afkab) Pamekasan, Tabri S Munir mengatakan, tim Futsal Pamekasan telah membuktikan dan menjawab tantangan debutnya di Porprov Jatim 2025. Menurutnya, prestasi membanggakan ini layak untuk dirayakan.

“Mereka luar biasa. Hasil ini adalah rezeki terbaik untuk dipersembahkan bagi Pamekasan,” kata pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Pamekasan tersebut.

Sementara, Tim Official Futsal Pamekasan, Miftahul Arifin menyebut keberhasilan M Arkan dan kawan-kawan di Porprov Jatim tidak lepas dari doa dan dukungan masyarakat Gerbang Salam.

“Tidak ada kata-kata lain selain mengucap rasa syukur, Alhamdulillah. Perjuangan kami tidak sia-sia. Kami membawa pulang (medali) perunggu ke Pamekasan,” ucap Ipin.

Setelah melalui persaingan yang sangat ketat, kompetitif, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas hingga membawa pulang medali perunggu, tim Futsal Kabupaten Pamekasan bak ketiban durian runtuh. Para pemain ‘disawer’ dengan pemberian bonus melimpah.

Alhamdulillah para pemain Futsal Pamekasan dapat bonus dari Ketua KONI Johan Sysanto, Manajer Porprov Pamekasan Siran Wahyudi, Ketua Gapura Razak,” terang Tabri.

Tabri juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada para pihak yang telah mensponsori dan mensupport tim Futsal Kabupaten Pamekasan.

Di antaranya, KONI Pamekasan, Pegadaian Cabang Madura, Sportivo Pamekasan, KUP Pojur, Gapura Pamekasan, ERH Center, ENKAi (selaku perusahaan penyedia sepatu bagi pemain), Royal Madura, Bawang Mas Center, dan media partner.

“Semoga Futsal Pamekasan kedepannya lebih baik, pembinaan berjalan dengan baik dan bisa berkontribusi sebagai penggerak ekonomi Pamekasan,” pungkasnya. (Zainol/Arif)

Ketua Fraksi PKB Sebut Capaian 100 Hari Kerja Bupati Pamekasan Tidak Sampai 70 Persen

Pamekasan, (Media Madura) – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Pamekasan, Moh Faridi mengkritisi capaian 100 hari kerja pasangan Bupati dan Wakil Bupati, KH Kholilurrahman-Sukriyanto.

Faridi menilai, kinerja Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman selama 100 hari kerja yang diklaim mencapai 70 persen tidak sesuai data. Faktanya, realisasi belanja publik masih di bawah 50 persen.

“Kami menilai klaim tersebut tidak didukung oleh data yang objektif, dan berpotensi menyesatkan opini publik jika tidak ada klarifikasi dari pemerintah daerah,” kata Faridi kepada media di Pamekasan, Kamis (26/6/2025).

Faridi membeberkan data resmi dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia per 24 Juni 2025, realisasi belanja daerah Kabupaten Pamekasan baru terealisasi sebesar 65,86 persen dari total pagu anggaran Rp 2,24 triliun.

Belum lagi, menurut mantan aktivis PMII itu, belanja barang dan jasa hanya terealisasi 43,31 persen, dan belanja modal baru 45,92 persen. “Justru ini yang lebih memprihatinkan. Padahal dua komponen inilah yang menjadi indikator nyata dari pelayanan dan pembangunan untuk masyarakat,” ujarnya.

Realisasi belanja bantuan sosial (bansos) dan belanja hibah pun tak luput dari sorotannya. Menurut Faridi, bantuan sosial hanya 26 persen yang dibelanjakan pemerintah dan belanja hibah baru 22 persen.

“Angka ini berbanding terbalik dengan kondisi masyarakat Pamekasan, khususnya di pelosok desa yang masih sangat terdampak oleh kenaikan harga dan ketidakmerataan pembangunan,” tuturnya.

Selain itu, Faridi juga mempertanyakan lonjakan realisasi retribusi daerah yang menurutnya tidak wajar. Bahkan, kenaikkannya hingga sebesar 668 persen, dari target awal realisasi Rp 29,83 miliar menjadi terealisasi Rp 199,50 miliar.

“Hal ini memunculkan pertanyaan serius apakah target awal terlalu kecil, atau pemerintah kabupaten memberatkan rakyat dengan pungutan tinggi,” jelasnya.

Menurutnya, indikator kinerja bukan semata ditentukan dari persentase anggaran terserap atau puas dan tidak puasnya masyarakat. Lebih dari itu, seberapa besar manfaat dari kinerja yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami Fraksi PKB tetap konsisten menjalankan fungsi pengawasan, dan memastikan bahwa anggaran yang bersumber dari rakyat, harus kembali sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

Fraksi PKB juga mendesak pemerintah daerah agar tidak membuat narasi keberhasilan yang tidak berdasarkan data objektif.

“Kemudian, membuka dashboard transparansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar masyarakat bisa mengakses informasi realisasi belanja daerah secara terbuka,” terangnya.

Komitmen Fraksi PKB selanjutnya, yakni melakukan evaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara menyeluruh. Utamanya terhadap program prioritas yang masih belum berjalan maksimal.

“Serta fokus pada pembangunan dan pelayanan publik yang nyata, bukan hanya pada belanja administratif dan pencitraan,” pungkas Faridi.

Seperti diberitakan oleh berbagai media, Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengatakan, program 100 hari kerja sudah berjalan di angka rata-rata 70 persen, seperti kegiatan penataan kota, pertanian dan peternakan, pendidikan, hingga sektor kesehatan.

Bahkan ia menegaskan, 100 hari kerja sebagai bagian tahapan dari lima tahun kepemimpinannya. “100 hari kerja ini hanya permulaan. Jadi starting point saja. Bukan berarti setelah ini selesai,” tegasnya. (Znl/Ist)

Bupati Sampang Lantik Direktur PDAM dan Dirut PT GSM

Sampang, (Media Madura) – Bupati Sampang H Slamet Junaidi melantik empat jajaran Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sampang periode 2025-2030. Pelantikan berlangsung di Peringgitan Pendopo Sampang, Jalan Wijaya Kusuma, Rabu (25/6/2025).

Diantaranya Dewan Pengawas Perumda Air Minum Trunojoyo Siti Muathifah, Direktur Perumda Air Minum Trunojoyo Amin Arif Tirtana, serta Direktur Utama PT Geliat Sampang Mandiri (GSM) Tamsul, dan Direktur Operasional PT GSM Abd Muhlis.

Pelantikan Dewas dan Direktur PDAM itu sesuai surat keputusan Bupati Sampang Nomor 100.3.3.2/471/KEP/434.013/2025 tertanggal 23 Juni 2025. Kemudian, pelantikan Direktur Utama dan Direktur Operasional PT GSM sesuai surat keputusan Bupati Sampang Nomor 100.3.3.2/472/KEP/434.013/2025 tertanggal 24 Juni 2025.

Bupati Sampang H Slamet Junaidi menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan dan pengukuhan keempat jajaran Direksi BUMD di Sampang. Ia berpesan, melalui momen pelantikan ini bisa mengabadikan diri dengan sungguh-sungguh dalam mengemban amanah dan dipertanggungjawabkan secara institusional dan konstitusional baik kepentingan masyarakat maupun pemerintah daerah.

“Saya percaya bahwa saudara-saudari bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggungjawab yang diberikan,” ucap Slamet Junaidi.

Dirinya berharap, para direksi baru itu dapat berkonsolidasi dalam membangun BUMD yang berkinerja tinggi, profesional, memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, serta memberikan hasil maksimal dalam mensejahterakan masyarakat Sampang.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Trunojoyo Sampang Amin Arif Tirtana mengatakan, sebagai tahap awal dirinya akan melakukan evaluasi internal guna menentukan arah kebijakan yang lebih baik dalam memberikan layanan publik serta mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dengan begitu saya yakin layanan PDAM kedepan akan lebih baik, secara konkrit kita akan memadukan data yang ada terkait sumber air sebagai bahan baku untuk mencukupi dan menyesuaikan kebutuhan pelanggan, juga mengoptimalkan sumber air secara terukur dari hulu ke hilir dengan meterisasi,” ungkap Amin.

Begitu pun, Direktur Utama PT GSM Tamsul. Sebagai perusahaan induk di bidang perdagangan dan kegiatan jasa lainnya yang berhubungan dengan minyak dan gas (Migas) di Sampang, pihaknya berupaya menekankan pentingnya meningkatkan kontribusi terhadap PAD.

Usai dilantik, Tamsul berencana melanjutkan kembali persoalan yang tertunda sebelumnya tentang pembubaran anak perusahaan GSM yakni PT Sampang Mandiri Perkasa (SMP).

“Ini menjadi skala prioritas untuk segera dilakukan tindakan-tindakan agar persoalan PT SMP bisa terselesaikan,” kata Tamsul.

Terpenting lagi, lanjut Tamsul, ialah mengawal persoalan tentang Participating Interest (PI) Migas dari Petronas. Mengingat perusahaan Migas tersebut akan melakukan eksplorasi di Sumur Hidayah di wilayah Kabupaten Sampang.

Ditempat yang sama, Direktur Operasional PT GSM Abd Muhlis menyatakan, masih akan beradaptasi dengan lingkungan kerja untuk memahami struktur organisasi perusahaan.

“Semua akan kita pelajari mulai dari PT GSM sampai ke anak perusahaan, sehingga nanti rencana kerja dan anggaran perusahaan tiga tahun sebelumnya kita benahi termasuk temuan BPK tahun lalu,” pungkasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Cabor Taekwondo Pamekasan Juara Umum III Porprov Jatim 2025

0

Pamekasan, (Media Madura) – Cabang olahraga (Cabor) Taekwondo Kabupaten Pamekasan bersinar di  Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025. Mereka keluar sebagai Juara Umum III di ajang bergengsi yang digelar di Kabupaten Malang, Sabtu (21/6/2025).

Cabor Taekwondo memperolehan medali di berbagai kelas. Atas keberhasilannya, emas, perak, dan perunggu berhak dibawa pulang. Tercatat, peraih medali emas sebanyak 4 atlet, perak 1 atlet, dan perunggu 1 atlet.

Peraih medali emas adalah Raja Dewantara Putra (Kelas Poomsae Individual Putra), Ayu Septia Ningrum (Kelas Poomsae Individual Putri).

Kelas Poomsae disabet beregu putra, Raja Dewantara Putra, Mahesa Sagara Tegar Riadi, Zulfikar David Albariq. Untuk beregu putri medali diberikan kepada Dwi Sri Wahyuni, Yasmin Patricilla, dan Sekar Ayu Davina Oktavia.

Medali perak diberikan kepada Ach Subki Daniel Falah (Kyorugi Under 80 Kg Putra). Sementara, Ayu Septia Ningrum (Kelas Poomsae Freestyle Putri) berhak atas perunggu.

“Alhamdulillah, perolehan ini dapat membawa Kabupaten Pamekasan menjadi Juara Umum III cabor Taekwondo. Kami bersyukur dan tak lupa hasil ini merupakan perjuangan dari semua tim hebat,” kata Ketua Pelatih Taekwondo Indonesia (TI) Pamekasan, Sudiyanto.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pamekasan, Djohan Susanto, menjelaskan bahwa perolehan sementara ini menjadi awal yang bagus untuk kontingen Kabupaten Pamekasan di Porprov IX Jatim 2025.

Pihaknya, menyambut baik hasil akhir dari cabor Taekwondo Kabupaten Pamekasan. Menurutnya, perolehan medali cabor Taekwondo sudah melebihi target yang direncanakan. Selain itu, pohaknya juga mengaku bangga atas perolehan yang sudah dicapai para atlet.

“Kami bangga sekali dengan perolehan ini, apalagi Taekwondo berhasil mendapatkan 4 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Ini permulaan yang baik untuk memotivasi cabor lain di Pamekasan untuk mengejar targetnya,” pungkas Djohan. (Zainol/Arif)

Peran Teknologi dalam Menjawab Krisis Pangan Global

0

Oleh : Nabil Faiza Atthiyarobbi

Krisis pangan global merupakan tantangan kompleks yang mengancam stabilitas dan kesejahteraan umat manusia. Pertumbuhan populasi yang pesat, perubahan iklim, degradasi lahan, dan konflik geopolitik adalah faktor-faktor utama yang memperburuk masalah ini. Di tengah tantangan yang berat ini, teknologi menawarkan harapan baru untuk meningkatkan produksi pangan, mengurangi kerugian pasca panen, dan memastikan akses pangan yang lebih merata bagi semua orang.

Menurut laporan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 828 juta orang di seluruh dunia mengalami kelaparan pada tahun 2021. Angka ini meningkat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan diperkirakan akan terus meningkat jika tidak ada tindakan yang signifikan. Krisis pangan tidak hanya menyebabkan kelaparan dan kekurangan gizi, tetapi juga memicu konflik sosial, migrasi massal, dan ketidakstabilan politik.

Selain itu, perubahan iklim menyebabkan pola cuaca yang tidak menentu, seperti kekeringan berkepanjangan dan banjir bandang, yang menghancurkan hasil panen. Situasi ini diperburuk oleh perang dan konflik geopolitik yang mengganggu distribusi dan logistik pangan global. Dalam kondisi seperti ini, pendekatan konvensional tidak lagi cukup. Perlu solusi yang inovatif, efisien, dan berkelanjutan. Inilah titik di mana teknologi memainkan peran krusial.

Krisis pangan tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan dan gizi, tetapi juga menciptakan gelombang instabilitas sosial dan ekonomi. Kenaikan harga pangan yang drastis telah memicu kerusuhan sosial di berbagai negara, mulai dari Tunisia pada awal Arab Spring hingga Sri Lanka pada 2022. Ketika masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka, kepercayaan terhadap pemerintah menurun dan potensi konflik meningkat. Dari sisi ekonomi, sektor pertanian yang lemah berdampak pada defisit neraca perdagangan negara-negara berkembang yang harus mengimpor bahan pangan dalam jumlah besar. Hal ini menguras cadangan devisa dan menciptakan ketergantungan yang berbahaya terhadap fluktuasi harga komoditas global. Petani kecil, yang merupakan mayoritas pelaku pertanian di dunia, semakin terpinggirkan dan kehilangan daya saing.

Salah satu terobosan besar dalam dunia pertanian modern adalah Pertanian Presisi, Teknologi pertanian presisi menggunakan sensor, drone, dan analisis data untuk memantau kondisi tanaman, tanah, dan cuaca secara real-time. Dengan informasi yang akurat, petani dapat mengoptimalkan penggunaan pupuk, air, dan pestisida, sehingga meningkatkan hasil panen dan mengurangi dampak lingkungan. Contohnya, penggunaan drone untuk memantau kesehatan tanaman dan mengidentifikasi area yang membutuhkan perhatian khusus telah terbukti meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya produksi.

Selain itu, sistem irigasi pintar yang terkoneksi dengan Internet of Things (IoT) mampu mengatur penyiraman otomatis sesuai kebutuhan tanaman, menghemat air dan energi. Implementasi sensor tanah yang canggih memungkinkan pemantauan tingkat kelembapan, pH, kandungan nutrisi, dan suhu secara kontinyu. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan algoritma machine learning untuk memprediksi kebutuhan optimal setiap area lahan. Sistem ini telah terbukti meningkatkan produktivitas hingga 30% sambil mengurangi penggunaan air hingga 40%. Satelit pertanian juga memberikan kontribusi signifikan dengan menyediakan citra resolusi tinggi yang membantu petani memantau kesehatan tanaman dalam skala luas. Teknologi NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) memungkinkan deteksi dini stres tanaman akibat kekeringan, serangan hama, atau kekurangan nutrisi, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Teknologi lain yang tak kalah penting adalah bioteknologi, terutama dalam pengembangan varietas tanaman unggul. Melalui teknik rekayasa genetika (genetic engineering) dan penyuntingan gen (CRISPR), ilmuwan berhasil menciptakan tanaman yang tahan terhadap hama, penyakit, dan kondisi cuaca ekstrem. Contohnya, padi “Golden Rice” yang diperkaya vitamin A dikembangkan untuk mengatasi kekurangan gizi di negara berkembang.

Begitu pula dengan jagung dan kedelai hasil modifikasi genetik yang mampu tumbuh subur di lahan marginal dengan curah hujan rendah. Bioteknologi juga memungkinkan produksi daging sintetis (cultured meat) dari sel hewan, sebagai alternatif sumber protein yang lebih ramah lingkungan dan etis.

Teknologi digital juga berperan dalam memperbaiki rantai pasok pangan yang selama ini dikenal boros dan tidak efisien. Menurut FAO, sekitar sepertiga dari total produksi pangan global terbuang sia-sia. Penyebab utamanya adalah buruknya penyimpanan, logistik, dan distribusi. Melalui sistem pelacakan berbasis blockchain, distribusi pangan dapat dilakukan dengan transparan dan aman. Informasi tentang asal-usul produk, tanggal panen, hingga kondisi penyimpanan dapat diakses oleh semua pihak dalam rantai pasok, mulai dari petani hingga konsumen. Selain itu, platform e-commerce dan aplikasi pertanian memungkinkan petani menjual produknya langsung ke konsumen tanpa perantara, meningkatkan pendapatan dan mengurangi ketimpangan harga.

Teknologi bukan hanya milik perusahaan besar atau negara maju. Salah satu tantangan utama dalam menjawab krisis pangan adalah memberdayakan petani kecil yang menjadi tulang punggung pertanian di banyak negara berkembang. Di sinilah peran teknologi inklusif menjadi sangat penting. Aplikasi mobile seperti iCow di Kenya atau TaniHub di Indonesia telah membantu petani mengakses informasi harga pasar, prakiraan cuaca, serta pelatihan pertanian secara gratis. Layanan ini membantu petani membuat keputusan yang lebih baik, mengurangi ketergantungan pada tengkulak, dan meningkatkan produktivitas. Dengan pendekatan berbasis komunitas dan dukungan pemerintah, transformasi digital di sektor pertanian dapat dirasakan secara merata.

Dalam menghadapi keterbatasan lahan dan pertumbuhan urbanisasi, teknologi pertanian vertikal (vertical farming) menjadi solusi inovatif. Dengan memanfaatkan bangunan bertingkat dan sistem hidroponik atau aeroponik, sayuran dan buah dapat ditanam di tengah kota dengan efisiensi tinggi. Sistem ini menggunakan pencahayaan LED, sensor nutrisi, dan kontrol suhu otomatis yang memungkinkan pertumbuhan tanaman sepanjang tahun. Selain menghasilkan produk segar dan berkualitas, pertanian vertikal juga mempersingkat rantai distribusi, mengurangi emisi karbon, dan membuka lapangan kerja baru di sektor pertanian perkotaan. Konsep ini sudah diterapkan di negara-negara seperti Jepang, Singapura, dan Belanda, serta mulai berkembang di kota-kota besar di Indonesia.

Meski menjanjikan, penggunaan teknologi dalam sektor pangan tidak lepas dari tantangan. Isu kesenjangan digital, biaya investasi tinggi, dan resistensi budaya menjadi hambatan yang perlu diatasi. Pemerintah, sektor swasta, dan lembaga internasional perlu berkolaborasi untuk menyediakan pelatihan, infrastruktur, dan kebijakan yang mendukung adopsi teknologi secara inklusif. Selain itu, muncul pula isu etika, seperti kekhawatiran terhadap organisme hasil rekayasa genetika (GMO), privasi data petani, hingga dominasi korporasi besar atas teknologi pangan. Maka dari itu, penting untuk memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan bersifat terbuka, adil, dan berkelanjutan.

“Mengapa Teknologi adalah Kunci?” Teknologi bukan hanya alat produksi, tapi katalisator perubahan sistem pangan global. Efisiensi yang meningkat, pengurangan pemborosan, dan akses informasi yang lebih baik dapat mengatasi masalah krisis yang kompleks. Meskipun biaya investasi dan kesenjangan digital menjadi tantangan nyata, pemerataan akses teknologi melalui kolaborasi lintas sektor dan kebijakan yang inklusif dapat membuka peluang besar. Pemberdayaan petani kecil melalui teknologi inklusif adalah strategi utama agar inovasi bisa dirasakan secara merata dan berkelanjutan. Sistem pangan yang kuat membutuhkan sinergi antara teknologi, kebijakan, dan partisipasi masyarakat. Tanpa teknologi, kita kehilangan potensi besar untuk menanggulangi dampak perubahan iklim, urbanisasi, dan pertumbuhan populasi yang terus meningkat. Dengan memanfaatkan teknologi, kita dapat meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi pemborosan, dan memastikan distribusi pangan yang lebih baik. Namun, tantangan seperti kesenjangan digital dan resistensi budaya harus diatasi agar teknologi dapat diadopsi secara luas. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan keberlanjutan.

Sebagai Kesimpulan, Teknologi memang bukan solusi tunggal, tetapi merupakan komponen vital dalam menyusun strategi global mengatasi krisis pangan. Dengan memadukan inovasi teknologi, kebijakan yang tepat, dan partisipasi aktif masyarakat, kita dapat menciptakan sistem pangan yang lebih tangguh, adil, dan berkelanjutan. Tantangan krisis pangan adalah ujian bagi peradaban manusia. Namun, dengan pendekatan yang cerdas dan kolaboratif, kita dapat mengubah ancaman ini menjadi peluang untuk membangun masa depan yang lebih baik di mana setiap orang memiliki akses terhadap pangan yang cukup, sehat, dan layak. Keberhasilan dalam mengatasi krisis pangan global akan sangat bergantung pada kemampuan kita untuk mengintegrasikan berbagai teknologi secara holistik, memastikan akses yang adil bagi semua lapisan masyarakat, dan menjaga keseimbangan antara inovasi dengan keberlanjutan lingkungan. Waktu untuk bertindak adalah sekarang, dan teknologi adalah salah satu kunci utama untuk membuka pintu menuju ketahanan pangan global yang berkelanjutan.

*) Penulis adalah mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Kurban 12 Ekor Sapi, Bos Djava: Wujud Syukur Teladani Nabi Ibrahim AS

0

Pamekasan, (Media Madura) – Pada momentum Idul Adha, PT Empat Sekawan Mulia (ESM) turut menyembelih hewan kurban. Tercatat terdapat 12 ekor sapi yang disembelih.

    Owner PT ESM Suhaydi mengatakan, penyembelihan hewan kurban ini sebagai wujud syukur perusahaannya. “Alhamdulillah untuk kurban tahun ini ada 12 ekor sapi yang disembelih dan akan dibagikan kepada seluruh karyawan dan masyarakat umum,” katanya, Senin (9/6/2025).

    Suhaydi mengaku senang dan bersyukur karena perusahaannya juga dapat berkurban. Menurut dia, kurban merupakan ibadah yang membutuhkan kesabaran jiwa. “Ikhlas itu wajib, mengorbankan apa pun jika itu sudah perintah Allah SWT,” ujarnya.

    Secara khusus, Suhaydi mengatakan, dengan berkurban, dia mengajak seluruh karyawan dan masyarakat untuk meneladani pelajaran berharga dari Nabi Ibrahim AS. Yaitu harus berani berkurban.

    “Terutama untuk seluruh karyawan, mari kita korbankan seluruh tenaga dan pikiran kita untuk kesuksesan kita bersama, tentu demi kemajuan perusahaan kita ke depan,” ajak Suhaydi.

    Tahun ini, PT ESM yang membawahi puluhan produk rokok itu memasarkan produknya di seluruh gerai Indomaret se Indonesia. Diharapkan ikhtiar tersebut terus berlanjut dan berdampak signifikan terhadap kemajuan perusahaan.

    “Semoga PT ESM tetap terus tumbuh dan memberi dampak yang lebih baik nan luas bagi semua,” tandasnya. (*)

    Hj. Ansari Salurkan Bantuan Qurban dari BAZNAS

    Pamekasan, (Media Madura) – Hj. Ansari Anggota Komisi VIII DPR RI F-PDI Perjuangan Dapil JATIM XI Madura menyalurkan bantuan qurban berupa sapi sebanyak 3 ekor dari Baznas RI.

    Bantuan hewan qurban tersebut disalurkan salah-satu masjid di Desa Kaduara Barat, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Di sana dilakukan pemotongan sebelum dagingnya didistribusikan kepada masyarakat sekitar.

    Dalam keterangannya, Hj. Ansari mengatakan ia berterima kasih kepada Baznas yang telah menyalurkan bantuan hewan qurban tersebut karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

    “Tentu saya sangat senang di hari raya Idul Adha ini dipercaya menyalurkan bantuan hewan qurban oleh Baznas. Masyarakat kita memang masih banyak yang membutuhkan bantuan daging untuk kelengkapan gizinya,” tuturnya.

    Selain itu, kata politisi perempuan satu-satunya dari pulau Madura ini, momen idul adha merupakan waktu yang tepat untuk berbagi pada sesama.

    Sementara itu, salah satu penerima bantuan daging qurban dari Baznas, Hatur warga Desa Kaduara Barat mengaku senang dengan bantuan tersebut. “Alhamdulillah saya juga kebagian kupon daging qurban dari Baznas melalui Hj. Ansari,” katanya.(Rls/Ist)

    DPRD Sampang Sahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024 dan Kawasan Tanpa Rokok

    Sampang, (Media Madura) – DPRD Kabupaten Sampang menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2024 dan mengesahkan Raperda tentang kawasan tanpa rokok.

    Pengesahan ini tertuang dalam Rapat Paripurna yang dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Sampang Moh Iqbal Fathoni, di Gedung Graha, Senin (2/6/2025).

    Moh Iqbal Fathoni menyampaikan, pengesahan Raperda sebagai landasan hukum atau regulasi dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan di wilayah Sampang.

    Mengenai Raperda Kawasan Tanpa Rokok, ia menyebut bahwa regulasi tersebut merupakan langkah progresif dalam menjaga kualitas hidup masyarakat sehat dan menciptakan lingkungan hidup yang bersih serta bebas dari asap rokok.

    Adapun titik kawasan tanpa rokok seperti fasilitas umum (Fasum) yakni sekolah, rumah sakit (Faskes), tempat ibadah, dan lainnya.

    “Ini juga menambah kesadaran masyarakat tentang bahaya asap rokok maupun rokoknya, bahkan untuk mengantisipasi ketergantungan dan penggunaan rokok, supaya kita hidup sehat secara individu maupun keluarga kita,” ucapnya.

    Bung Fafan sapaan akrabnya berharap, implementasi dua Raperda itu membawa dampak perubahan pembangunan di Sampang kedepan.

    Sementara itu Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfudz, mengapresiasi rampungnya proses final pertanggungjawaban APBD tahun 2024. Ia juga menyampaikan terima kasih kerjasama dan sinergitas eksekutif dan legislatif mulai dari proses awal hingga disahkannya dua Raperda.

    “Alhamdulillah ini berkat kerjasama antara Pemkab Sampang, DPRD bersama seluruh stakeholder dapat berjalan secara sinergis sehingga menghasilkan proses tahapan final untuk pertanggungjawaban APBD 2024,” ungkapnya.

    Kata dia, dengan disahkannya pertanggungjawaban APBD tahun 2024 menunjukkan proses plaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan, akuntabel dan menjamin transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah.

    “Sehingga kedepan diharapkan akan semakin efektif, efisien dan berorientasi terhadap kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

    Reporter : Ryan Hariyanto
    Editor : Zainol