Jumat, Mei 20, 2022

Bupati Pamekasan Lantik 176 Kepsek, Minta Kuatkan Akhlak Siswa

Must read

Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Pamekasan, (Media Madura) – Pelatikan terhadap ratusan kepala sekolah (Kepsek) dilakukan Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam, Senin (24/1/2022).

Bertempat di Mandhapa Agung Ronggosukowati, Mas Tamam sapaan akrabnya melantik sebanyak 176 kepala sekolah tingkat dasar (SD) dan kepala sekolah menengah pertama (SMP).

Rinciannya, 123 kepsek promosi, dan 53 kepsek lama yang pindah tugas. Seluruh kepsek yang dilantik berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan.

Di hadapan ratusan kepsek yang baru dilantik, Mas Tamam meminta pembentukan akhlak siswa dilakukan sejak dini.

“Mari kita ajari siswa dengan akhlak yang baik, berbuat baik, dan jujur,” kata Mas Tamam.

Mas Tamam juga mengajak seluruh kepsek agar tidak main-main dengan pendidikan. Karena, jika tidak paham pendidikan yang sebenarnya maka, fungsi pendidikan tidak berfungsi.

“(Jadi), ayo kita dorong pendidikan yang berkemajuan,” tegas mantan anggota DPRD Jatim itu.

Dalam kesempatan itu, Mas Tamam memastikan tidak adanya praktik kotor yang dilakukan para kepsek. Seperti, jual beli jabatan.

Namun, jika hal itu sampai ditemukan, pihaknya tidak segan-segan memberikan sanksi berat terhadap yang mempratikkan.

Bahkan, Mas Tamam mengaku siap menunggu laporan dari kepala sekolah jika terjadi praktik jual beli jabatan di lapangan.

“Sampaikan ke saya diberikan ke siapa, dan yang menerima siapa, langsung saya evaluasi,” tegasnya.

Ditegaskan, pihaknya berkomitmen mengantarkan Kabupaten Pamekasan mampu berdaya saing dengan kabupaten/kota maju di Indonesia dengan menghilangkan kebiasaan lama tidak produktif dan menggantinya dengan kebiasaan baru yang lebih produktif. Tentu dengan program kreatif, inovatif dan cepat sesuai dengan tuntutan dunia.

“Sebagian orang bilang ke saya, kalau jadi bupati itu biayai mahal, memang tidak ada yang murah jadi bupati. Tetapi lebih mahal lagi jadi bupati itu kalau membawa kabupaten ini menjadi kabupaten yang berdaya saing dengan kabupaten maju di Indonesia,” tandasnya. (Zainol/Arif)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest article