Antisiapsi Ledakan Kasus Covid-19, Pemkab Pamekasan Tegas Soal Pariwisata Pascalebaran

Wisatawan saat menikmati susur sungai di lokasi Eduwisata Garam, Desa Bunder, Kecamatan Pasemawu, Kabupaten Pamekasan. Foto : Ist/Arif
Advertisement

Pamekasan, (Media Madura) – Salah-satu tradisi warga di pulau Madura pascalebaran idul fitri 1442 hijriah adalah berwisata bersama keluarga. Puncaknya yakni H+7 tepatnya pada lebaran ketupat.

Dalam rangka mengantisipasi ledakan kasus penularan COVID-19, Pemerintah Kabupaten Pamekasan telah melakukan antisipasi terhadap pergerakan dan aktivitas warga yang akan mendatangi sejumlah lokasi wisata yang ada di wilayah itu.

Plt Kadisparbud Pamekasan Masrukin mengatakan, tradisi berwisata pascalebaran di Madura, Khususnya di Pamekasan memang sangat tinggi, sehingga pihaknya melakukan sejumlah antisipasi agar di tengah pandemi ini tidak terjadi penularan COVID-19.

Dikatakan Masrukin, pihaknya terus mendorong agar pariwisata dan UMKM bisa bangkit setelah terpuruk akibat pandemi, tetapi disisi yang lain pihaknya juga harus mempertimbangkan dan mengantisipasi penularan COVID-19.

“Kita terus memberikan sosialisasi dan dorongan serta pendampingan terhadap Pokdarwis dan pengelola lokasi wisata agar terus bersemangat dan berinovasi, tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan,” katanya kepada media ini melalui sambungan telepon. Jumat (14/05/2021) siang.

Mantan Kasatpol PP yang saat ini menjabat sebagai Sekwan DPRD ini juga mengatakan, di Kabupaten Pamekasan terdapat belasan lokasi wisata, mulai wisata alam dan wisata buatan.

“Kalau yang dikelola oleh pemerintah kabupaten hanya beberapa, seperti Pantai Jumiang, Pantai Talang Siring dan juga eduwisata Mangrove Lembung. Sementara lokasi wisata lainnya dikelola oleh swasta dan juga BUMDes,” urainya.

Dari seluruh lokasi wisata tersebut diwajibkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan memberikan fasilitas kepada pengunjung dalam rangka mencegah penularan COVID-19.

Pihaknya juga mengimbau agar warga yang berwisata mematuhi parotokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan yang telah diterapkan di lokasi-lokasi wisata yang ada di wilayah itu.

Sementara itu, pengelola Eduwisata Garam, Desa Bunder Kecamatan Pademawu Taufik Hidayat mengatakan, pihaknya terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat di lokasi wisata milik BUMDes tersebut sesuai dengan anjuran pemerintah.

Dikatakan Taufik, di lokasi wisata yang mengusung konsep edukasi tentang garam tersebut disedikan fasilitas tempat cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh bagi pengunjung yang akan masuk.

“Kita juga mewajibkan pengunjung agar tetap memakai masker dan juga menjaga jarak demi pencegah penularan COVID-19,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan data yang dilansir covid19.jatimprov.go.id pertanggal 12 Mei 2021, jumlah terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 1164 orang dengan rincian, aktif 4 orang, sembuh 1070 orang dan meninggal 90 orang. Saat ini Kabupaten Pamekasan masuk kategori zona hijau dengan status resiko rendah, skor 2.53.(Arf/Ist)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.