Meski Sudah Bayar Pajak, RM Asela Masih Disegel Satpol PP

Petugas gabungan Satpol PP dan BPPKAD Sampang saat menyegel RM Asela, Rabu (3/3/2021) pukul 10.00 WIB. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Rumah Makan (RM) Asela merupakan restoran terkenal di Jalan Raya Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, disegel karena diduga belum membayar pajak.

Penyegelan dilakukan oleh Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Sampang bersama Satpol PP, Rabu (3/3/2021) pagi.

Petugas memasang tanda segel sebagai tanda rumah makan tersebut ditutup sementara oleh pemerintah daerah.

Kabid Pendapatan BPPKAD Kabupaten Sampang Chairijah mengatakan, penyegelan ini dilakukan karena RM Asela melanggar Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pendaftaran  Pelaporan Pembayaran dan Pengawasan Pajak Daerah melalui Sistem Elektronik.

“Kegiatan ini penghentian sementara RM Asela,” ucap Chairijah dilokasi penyegelan, Rabu.

Chairijah sapaan akrab Qorik menjelaskan, berdasarkan data BPPKAD Sampang tidak ada kesesuaian antara aplikasi yang terpasang dengan transaksi pembayaran restoran.

“Ada perbedaan nominal struk pembayaran, dalam struk tidak ada Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen,” ujarnya.

Kata Qorik, rumah makan yang disegel itu merupakan wajib pajak aktif. Setelah diselidiki rumah makan tersebut menunggak pajak selama hampir 1 tahun.

“Untuk mengetahui wajib pajak aktif atau tidak itu kita sudah pasang alat Tapping Box, termasuk di RM Asela yang terpasang pada tahun 2020, cuman tidak optimal menggunakan alat itu,” tuturnya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui jumlah tunggakan pajak. Selama ditutup, restoran belum bisa beroperasi sebelum menyelesaikan masalah pajak.

Sementara itu, Owner RM Asela Bukat Riyono menyatakan bahwa usaha restorannya telah membayar pajak setiap bulan. Kemungkinan mengenai alat Tapping Box tidak terkoneksi dikarenakan akibat gangguan listrik.

Dengan penyegelan ini dirinya mengaku secepatnya menyelesaikan urusan tersebut dengan pemerintah daerah.

“Kita bingung juga dengan alat itu, kadang saat padam kita tidak tahu, dapat telepon bagian pajak kenapa dicabut ternyata memang sedang listrik padam, makanya kadang bayar pajak manual,” terang Bukat.

Reporter : Ryan
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.