ASN Sampang Menolak Divaksin, Sanksi Menanti

Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pamekasan (foto:Zainol Atikurrahman)

Sampang, (Media Madura) – Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang Yuliadi Setiawan menegaskan akan memberikan sanksi teguran hingga pencabutan fasilitas negara bagi ASN yang berani menolak untuk divaksin COVID-19.

“Pasti diberi sanksi sesuai ketentuan, mulai dari teguran sampai pencabutan fasilitas,” ucap Yuliadi, Rabu (3/3/2021).

Selain itu, dijelaskan juga bahwa setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima Vaksin COVID- 19 yang tidak mengikuti vaksinasi dapat dikenakan sanksi administratif berupa penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial.

Menurut Wawan sapaan akrabnya, sanksi ASN menolak divaksin sudah jelas sesuai dasar hukum Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19.

Pada Pasal 13A ayat 2 menyebutkan, setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima Vaksin COVID-19 berdasarkan pendataan sebagaimana dimaksud wajib mengikuti Vaksinasi COVID-19.

Kemudian, pada Pasal 13A ayat 4 dijelaskan penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintahan dan denda oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, atau badan sesuai dengan kewenangannya.

“Regulasinya sudah jelas di Perpres Nomor 14 Tahun 2021 itu,” terangnya.

Namun, kata Wawan, kewajiban tersebut dikecualikan bagi sasaran penerima vaksin yang tidak memenuhi kriteria penerima vaksin, sesuai dengan indikasi Vaksin COVID-19 yang tersedia.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.