Bupati Sumenep tak Bisa Divaksin Covid-19, Kok Bisa?

Foto : Instagram @fitri_busyro
Advertisement

Sumenep, (Media Madura) – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A Busyro Karim termasuk kelompok orang yang tidak dapat divaksinasi Covid-19.

Pasalnya, usia Bupati yang akan segera mengakhiri masa jabatannya itu telah melampaui batas ketentuan, yakni di atas 59 tahun.

Sebelumnya pemerintah telah menetapkan batas usia yang dapat menerima vaksin Covid-19 adalah mulai dari usia 18 hingga 59 tahun.

Namun demikian, Bupati mengajak semua elemen masyarakat untuk tidak meragukan apalagi takut terhadap vaksinasi tersebut.

“Kalau ada petunjuk saya dengan usia di atas 60 (tahun) bisa (divaksin), maka saya tentunya bersedia. Tetapi kan dari ketentuan sementara belum bisa,” kata Bupati.

Menurut suami Nurfitriana ini, vaksinasi bagian dari upaya mencegah menyebarnya virus Covid-19 dan mengakhiri pandemi lebih cepat. Sehingga masyarakat tidak perlu termakan isu negatif tentang fungsi vaksin.

“Vaksinasi ini Insyaallah aman dan sangat bermanfaat, jadi masyarakat tidak perlu merasa ditipu,” tegasnya.

Walau sebagian besar masyarakat akan divaksin, Busyro tetap mengajak agak masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti rajin cuci tangan, hindari kerumunan dan disiplin memakai masker.

“Dengan begitu mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir dan keadaan segera pulih,” harapnya.

Seperti diketahui, proses vaksinasi di Kabupaten Sumenep, akan dimulai pada 15 Januari 2021.Namun hingga saat ini vaksinnya belum sampai ke Sumenep dan masih menunggu info lebih lanjut dari Provinsi Jatim.

Sementara data dari Sistem Informasi Sumber Daya Kesehatan (SISDMK) sekitar 3.607 vaksin Covid-19 akan dibagikab kepada masyarakat Kabupaten Sumenep sesuai dengan prioritas yang telah dutentukan.

Dari 3.607 vaksin tersebut nantinya akan dibagi dengan rincian 1.128 untuk Dinkes, 387 untuk RSUD, 113 RSI, serta 162 RSUD Sumekar dan 70 dosis untuk RS Abuya.

Reporter : Rosy
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.