Gara-gara Ini, 2 Petani di Sampang Dianiaya

Sampang, (Media Madura) – Dua orang petani di Desa Gunung Maddah, Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, dianiaya tetangganya sendiri hingga babak belur. Satu diantaranya mengalami luka lebam dibagian pinggul karena diseret pelaku.

Korban diantar keluarganya melapor penganiayaan ini ke Mapolres Sampang, Senin (7/12/2020) kemarin.

Peristiwa itu bermula Senin pagi pukul 07.00 WIB ketika dua korban, Rosideh (64) dan Lasdima (45), hendak bekerja ke sawah untuk menanam benih padi.

Ditengah perjalanan tepat di Jalan Kampung Bangilan, Desa Gunung Maddah, korban mengendarai motor bertemu MS, pelaku.

Pertemuan itu justru terjadi keributan mulut antara dua belah pihak. Pelaku emosi lantaran korban belum memberikan kepastian mengenai ajakan pelaku untuk bekerja menanam padi dilahan sawahnya.

MS diketahui seorang pria memukuli keduanya dengan tangan kosong. Rosideh dipukul pertama kalinya hingga diseret sejauh 6 meter yang membuat pinggulnya lebam akibat terbentur ke tanah.

Sementara korban Lasdima yang berniat melerainya mendapat pukulan, namun tidak separah Rosideh.

Nur Yeki (37), keponakan Rosideh, membenarkan peristiwa itu. Pihak keluarga tak terima sehingga melaporkan ke polisi untuk mencari keadilan. Sebab, akibat penganiayaan tersebut saat ini membuat saudara ibu kandungnya tak bisa kembali beraktivitas apapun karena lebam cukup parah.

“Bibi sampai jatuh dan diseret ke kubangan air gitu sama laki-laki pasti tidak terima, apalagi sudah kondisi lansia dan sekarang tidak bisa jalan, permasalahannya kesalahpahaman dan ini hal sepele tapi bukan dengan cara kekerasan,” ujar Yeki kepada wartawan, Jumat (18/12/2020).

Usai kejadian, nampaknya pihak pelaku tidak memberikan tanda iktikad baik kepada keluarga korban. Sehingga korban bersikukuh melapor ke polisi.

Dengan jalur hukum yang ditempuh itu, pihaknya berharap kasus penganiayaan diproses seadil-adilnya.

“Dari kejadian pagi sampai sore tidak ada kata permintaan maaf, makanya Senin malam kita lapor ke polisi biar diproses secara hukum,” ucapnya.

Saat dikonfirmasi, KBO Satreskrim Polres Sampang Ipda Syafriwanto menyampaikan, menerima laporan kasus penganiayaan dua petani asal Desa Gunung Maddah. Kasus tersebut tengah diselidiki Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

“Masih tahap pemeriksaan saksi korban sebagai bahan keterangan proses penyelidikan,” singkatnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.