Libur Panjang saat Pandemi, Pedagang di Pantai Jumiang Pamekasan Bersyukur

Pengunjung menyerbu warung milik Jamik di Pantai Jumiang, Pamekasan, Kamis (29/10/2020) sore.

Pamekasan, (Media Madura) – Sejumlah pedagang di pantai Jumiang, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengaku bersyukur kunjungan wisata pada libur panjang kali ini padat, meski wabah Covid-19 masih melanda.

Di Jawa Timur, Kabupaten Pamekasan mencatat prestasi yang bagus dalam menekan laju penyebaran Covid-19. Alhasil, kabupaten berslogan Bumi Gerbang Salam itu bebas dari zona merah.

Kini, Kabupaten Pamekasan berstatus zona oranye dan kuning. Oranye berarti dalam resiko sedang dan zona kuning itu artinya resiko rendah. Kecamatan Pademawu sendiri masuk zona oranye berdasarkan peta sebaran Covid-19 Kabupaten Pamekasan per hari ini, Kamis (29/10/2020).

Dengan status resiko sedang tersebut, pantai Jumiang yang terletak di Desa Tanjung itu akhirnya oleh pemerintah setempat diizinkan kembali beroperasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kurang lebih empat bulan pantai Jumiang ini tanpa aktivitas apapun karena corona,” kata salah seorang pedagang di pantai Jumiang, Jamik (46) ditemui mediamadura.com, Kamis (29/10/2020) sore.

Selama pantai Jumiang ditutup total, para pedagang yang biasa mangkal terpaksa memilih pulang ke rumah masing-masing. Bahkan, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari para pedagang yang mayoritas warga setempat mencari nafkah ke laut, menjadi nelayan.

“Otomatis pemasukan kami berkurang bahkan tidak ada karena tempat wisatanya ditutup total. Jadi, satu-satunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pergi melaut,” ucapnya.

Namun, akhirnya para pedagang bisa bernafas lega setelah wisata pantai Jumiang kembali dibuka untuk wisatawan. Dengan demikian, pedagang bisa kembali berjualan. “Sudah satu bulanan pantai Jumiang dibuka kembali,” ungkap Jamik.

Jamik semakin bersyukur lantaran libur panjang kali ini pantai Jumiang dipadati pengunjung. Bahkan, Jamik tidak menyangka pengunjung bakal ramai padahal masih di tengah pandemi.

“Alhamdulillah, kami pedagang sangat merasakan dampaknya. Jujur, keuntungan kami bertambah,” ujarnya.

Menurut Jamik, keuntungan yang diperoleh warungnya selama libur panjang meningkat, lantaran jualannya banyak dibeli pengunjung. Selain makan dan minuman, Jamik juga menjual mainan anak-anak.

“Sehari untungnya bisa mencapai Rp 1 juta lebih, mas. Alhamdulillah,” tuturnya dengan tidak berhenti bersyukur.

Pantauan mediamadura.com di lokasi, jumlah pengunjung menjelang sore hari mulai menurun. Padatnya pengunjung terjadi pada pagi hari sampai siang pada libur panjang kali ini.

“Karena memang pantainya beroperasi sampai jam 5 sore, mas. Jadi, tidak hanya pengunjung saja, pedagangnya pun harus pulang ke rumah masing-masing,” tutupnya.

Reporter: Atik
Editor: Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.