Cerita Eks Positif Covid, Tak Tahu Tertular Dari Mana

Masdawi Dahlan

Pamekasan, (Media Madura) – “Saya tidak manyangka jadi bagian dari orang yang terpapar Covid-19,” kata Masdawi Dahlan, Warga Kabupaten Pamekasan yang ternyata seluruh anggota keluarganya dinyatakan positif covid-19.

Masdawi yang merupakan seorang Jurnalis mempunyai pemahaman dan pengetahuan yang cukup tentang bagaimana pandemi dan bagaimana penularan covid-19. Sehingga ia berhati-hati dan mengikuti anjuran pemerintah terkait perlindungan diri dalam penularan virus ini.

“Saya selalu berusaha untuk menjaga diri. Tiap keluar rumah terutama saat bekerja, saya selalu tidak lepas dari masker. Hingga saat ini saya juga tidak tahu dari mana dan oleh siapa saya tertular virus itu,” katanya. Senin (26/10/2020) pagi.

Saat diwawancarai media ini, Masdawi yang merupakan jurnalis senior di Kabupaten Pamekasan menceritakan, bagimana awalnya dia dinyatakan positif covid-19 dan bagaimana perjuangannya hingga akhirnya bisa dinyatakan negatif dan sembuh.

“Pada tanggal 31 Mei 2020 malam, saya mengalami deman, badan panas dan sedikit batuk, tapi tidak berdahak. Saya pikir itu pilek biasa seperti yang saya alami sebelumnya karena kecapean,” katanya.

Meskipun kondisi tubuhnya kurang sehat, ia tetap bekerja seperti biasa. Lalu Jumat (12/6/2020) ada program rapid test gratis dari Pemkab Pamekasan bagi wartawan. Dari 21 orang wartawan yang mengikuti program rapid test tersebut, namanya justru yang dinyatakan reaktif.

“Mulai saat itu oleh Dr Syaiful Hidayat (Ketua Satgas Covid-19 RSUD Pamekasan), saya disarankan untuk isolasi mandiri di rumah, sambil menunggu hasil tes swab atau tes PCR untuk menentukan positif atau tidaknya  saya terpapar Covid-19,” urainya.

Selanjutnya, pria yang akrab dipanggil Mas Dawi ini menceritakan, usai dinyatakan reaktif, seminggu kemudian yakni Pada Jumat (18/6/2020), mengikuti tes swab di RSUD Pamekasan.

“Dan ternyata setelah seminggu kemudian pengumuman hasil Swab, tepatnya 25 Juni 2020 keluar, dan saya dinyatakan positif Covid-19,” paparnya. Tidak hanya ia, ternyata istri dan kedua anaknya juga dinyatakan positif covid-19.

Mengetahui hal itu, bukan panik, tetapi justru mempelajari berbagai hal tentang pola penyembuhan virus ini, mulai dari dokter hingga orang-orang yang sebelumnya positif covid-19 dan dinyatakan sembuh.

“Pertama yang bisa membuat saya dan keluarga itu tenang, karena kita saling mendukung. Kedua mempelajari tentang bagaimana melawan virus ini. Termasuk mengkonsumsi vitamin yang sesuai dan menjaga stamina tubuh agar tetap sehat. Dan ketiga terus berdoa. Dan akhirnya kita dinyatakan sembuh,” urainya.

Masdawi Dahlan juga mengatakan, siapapun yang terjangkit virus ini bisa sembuh dalam waktu sekitar sebulan. Asalkan mengikuti anjuran dokter dan menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.

Seperti doberitakan sebelumnya, hingga Minggu (25/10/2020), warga yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Pamekasan mencapai 356 orang. Dengan rincian, 10 orang menjalani isolasi, 314 orang dinyatakan sembuh, dan 32 orang meninggal dunia.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.