Kader NU Pamekasan ke Kapolda Jatim “Kami Butuh Bukti Bukan Basa Basi”

Pamekasan, (Media Madura) – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Mohammad Fadil Imran berkunjung ke kantor PCNU Pamekasan. Rabu (21/10/2020) pagi.

Kedatangan orang nomor satu di tubuh korps baju cokelat di Jawa Timur ini, untuk bertemu dengan ulama dan jajaran pengurus PCNU Pamekasan dalam rangka bersilaturrahim.

Selain itu, Irjen Fadil kepada wartawan juga menyinggung terkait kasus ujaran kebencian yang dilakukan oleh akun Facebook anoname Muhammad Izzul kepada ketua PCNU Pamekasan KH Taufiq Hasyim, di mana kasus tersebut saat ini ditangani oleh Polda Jawa Timur.

“Kita akan dalami terus. Prosesnya sudah jalan ya,” katanya kepada wartawan saat diwawancarai di kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz No. 95.

Sementara itu, pengurus NU Pamekasan Maltuful Anam kepada wartawan mengatakan, kedatangan Kapolda tersebut untuk silaturrahim dan Kapolda memenuhi janjinya untuk datang ke kantor PCNU.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga disampaikan terkait penanganan kasus ujaran kebencian yang dilakukan oleh akun Facebook Muhammad Izzul.

“Dari kami tadi sudah disampaikan oleh Rois (Rois Syuriah PCNU) berkenaan dengan kasus yang dialami PCNU, dan Pak Kapolda berkomitmen untuk segera menyelesaikan kasus ini,” katanya kepada wartawan.

Usai kunjungan tersebut, saat hendak menuju lapangan SMAN 3 di mana helikopter yang ditumpangi Kapolda landing, sejumlah kader NU membentangkan poster dan menggelar orasi di jalan Kabupaten tepatnya di pertigaan SMKN 3. di jalan tersebut iring-iringan rombongan Kapolda melintas.

“Kami butuh bukti, bukan basa-basi, tangkap Izzul” begitulah isi tulisan salah-satu poster.

Sementara itu, orator aksi tersebut Taufiqurrahman dalam orasinya mendesak agar Kapolda Jawa Timur segera menangkap pemilik akun Facebook Muhammad Izzul tersebut.

Usai iring-iringan Kapolda Jawa Timur melintas, para kader NU ini langsung membubarkan diri dengan tertib.

Reporter : Ist
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.