Momentum Hari Santri Nasional, Gus Aliyadi: Pesantren Potensi Besar Gerakkan Ekonomi

Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Aliyadi Mustofa

Media Madura – Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Aliyadi Mustofa mengatakan, momentum peringatan hari santri nasional (HSN) mengingatkan kembali bahwa pesantren memiliki potensi besar. Salah satunya, potensi menggerakkan ekonomi.

Di Jawa Timur, terdapat lebih dari 4700 pesantren dengan lebih dari 1 juta santri. Jumlah tersebut belum termasuk alumni dan simpatisan yang sudah berumah tangga.

Ditetapkannya HSN dan disusul lahirnya undang-undang pesantren yang dimotori PKB dan PBNU semakin menjadi harapan besar bagi pesantre dan para santri. Khususnya, dalam rangka terus ikut andil besar dalam pembagunan nasional, termasuk di bidang ekonomi.

Berbagai usaha dijalankan pesantren. Mulai dari koperasi hingga industri kecil menengah (IKM).

Pemerintah harus mendorong pemulihan ekonomi melalui pesantren. Pengelolaan usaha itu dijalankan secara profesional. Terbukti, banyak jenis usaha yang dikelola pesantren tumbuh dan berkembang secara pesat.

“Pesantren ini aset dan potensi besar dalam menggerakkan serta memulihkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Potensi besar ini harus kita dorong,” kata Gus Aliyadi sapaan akrabnya.

Politisi PKB itu menyampaikan, pemerintah harus melibatkan pesantren dalam menggerakkan ekonomi. Perhatian kepada pesantren juga harus lebih optimal.

Bahkan, alumni pesantren juga harus dibina dan digandeng. Dengan arahan serta pembinaan dari pemerintah, pesantren dan para alumninya akan berkontribusi besar terhadap kemajuan Jawa Timurdi berbagai sektor, termasuk sektor ekonomi.

Menurut Aliyadi, Negara wajib memberikan atensi kepada lembaga-lembaga pesantren dan kaum santri. Mengingat berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga atas perjuangan para ulama-ulama besar Indonesia dan para santrinya.

Kader-kader pesantren saat sekarang sudah banyak menjadi pemimpin yang berintegritas. Mulai dari skala nasional seperti presiden, menteri sampai menduduki jabatan penting di daerah.

“Pesantren dan para santri sangat berkomitmen untuk terus menjaga NKRI,” tukas Gus Aliyadi. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.