Pelaggar Protokol Kesehatan di Pamekasan Menurun

Satpol PP saat mendatangi pasar di Pamekasan memastikan penerapan Prokes diterapkan / Media Madura - Ist

Pamekasan, (Media Madura) – Pelaku pelanggaran terhadap Protokol Kesehatan (Prokes) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur terus mengalami penurunan.

Dikatakan oleh Kasi Penyidik dan penyelidikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan, Hasinurrahman, pada awal-awal pelaksanaan operasi pelanggar protokol kesehatan, petugas bisa menjaring hingga ratusan pelanggar.

“Kalau awal-awal penerapan Perbup, pelanggar yang kami jaring minimal lima sampai puluhan orang,” katanya, Senin (19/10/2020) pagi.

Hasinurrahman menambahkan, terdata sejak awal September hingga Oktober sudah sebanyak 600 pelanggar dan sudah termasuk dalam pemberian sanksi administratif dan sanksi sosial.

”Secara global sudah termasuk sanksi bagi para pelanggar yang tidak mematuhi prokes ketika di jalan baik yang megendarai roda dua maupun roda empat,”tambahnya.

Jenis pelanggar prokes yang banyak ditemukan dari berbagai macam kalangan, dari pemuda hingga orang dewasa, rata-rata pelanggar tidak menggunakan masker, sanksinya berbeda-beda.

“Berdasarkan dari aturan Perbup nomot 50 tahun 2020 itu, sanksi sudah jelas dqn diatur di sana,”singkatnya.

Disimpulkan, pelanggar prokes Covid-19 sangat mengalami penurunan secara siginifikan. Angka penurunan tersebut dibuktikan dari data grafik yang dibuat setiap pekan dan setiap harinya. Di pekan pertama ada 200 lebih. Minggu kedua ada 100. Minggu ketiga dibawah 100 pelanggar.

“Kemungkinan besar warga sudah sadar akan bahayanya virus Corona,” tutup Hasin.

Reporter : Ahmad Rifqi
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.