Sumenep Masih Zona Hijau, Tapi ODR Covid-19 Tembus 4.630 Orang

Sumenep, (Media Madura) – Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur masih menjadi zona hijau penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19.

Itu terlihat dari data terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, per Senin (30/3/2020) pukul 07.00 WIB, bahwa kabupaten ujung timur Madura ini masih nihil corona terkonfirmasi.

Menurut data tersebut, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih 0, sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) menurun dari hari sebelumnya, dari 53 orang kini tinggal 46 orang.

Hanya saja, jumlah Orang Dalam Resiko (ODR) terus mengalami lonjakan. Saat ini sudah terdapat 4.630 orang, naik hampir 1000 orang dari hari kemarin yang tercatat 3.718 orang.

Lonjakan jumlah ODR tersebut tentu tidak lepas dari banyaknya warga Sumenep yang memaksakan diri pulang kampung, terutama meraka yang sebelumnya berada di zona merah Covid-19 seperti Jakarta.

Sementara itu, untuk mengantisipasi virus corona di Kabupaten Sumenep, tim satgas menyiagakan setiap harinya petugas di Posko pintu masuk atau perbatasan Kabupaten setempat.

Posko tersebut menscanning setiap masyarakat yang memasuki wilayah Sumenep, dengan cara mendata serta memeriksa menggunakan pengukur suhu badan, untuk mendeteksi sejak dini masyarakat ataupun pendatang yang dianggap memiliki ciri-ciri suspect Covid-19.

Kata Bupati Sumenep, A. Busyro Karim mengatakan, setiap hari akan dievaluasi untuk memastikan agar posko ini beroperasi dengan maksimal sesuai fungsinya, sekaligus memberikan semangat kepada para petugas yang bertugas tanpa kenal lelah.

“Kami akan selalu mencermati, memantau dan melihat sejauh mana kondisi dan situasi, kalau memang dinyatakan urgent, kebijakan selanjutnya akan ditempuh demi menyelamatkan masyarakat Sumenep dari wabah virus corona,” ungkapnya.

Untuk itu, Bupati Sumenep kembali mengimbau masyarakat agar tinggal di rumah saja, demi memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Dan bagi warga yang baru datang dari luar Kota, utamanya dari daerah pandemi di antaranya Surabaya, Malang, maupun Jakarta, agar secara sadar melapor kepada pihak terkait, untuk dilakukan pemantauan selama 14 hari,” pintanya.

Reporter : Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.