Terendus Dugaan Pungli Sertifikasi Guru di Pademawu

Ilustrasi (foto: reuters)

Pamekasan, (Media Madura) – Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (K3 TK) Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Madura, Jawa Timur diduga bukan hanya melakukan pungli pada Biaya Operasional Pendidikan (BOP) TK, melainkan juga pungli pada guru yang menerima Sertifikasi.

Pungli itu diduga dilakukan oleh Ketua K3 TK Pademawu, modusnya setiap guru yang sergurnya bermasalah ketika cair diminta untuk berpartisipasi sebagai imbalan pada pegawai Dinas Pendidikan (Disdik) yang telah mengurusnya.

“Bukan hanya BOP yang diminta, tapi pada guru yang menerima sertifikasi bermasalah, ada yang lima ratus ribu, ada yang tiga ratus,” kata salah satu Kepala TK di Pademawu yang tidak mau identitasnya dimediakan, Senin, (24/2/2020) pagi.

Dikatakan, guru sertifikasi yang bermasalah di lembaganya dipungut ketika dananya dicairkan.

“Katanya buat orang dinas, tapi ketika di tanya ke operator dinas pernah di kasih hanya dua ratus ribu, nah padahal guru di TK saya ngasihnya lima ratus ribu belum lagi TK yang lain,” tambahnya.

Sementara Ketua K3 TK Pademawu, Nurmiatik mengaku tidak pernah melakukan pungli yang tidak mendasar, meski meminta kepada guru yang lulus sertifikasi untuk kepentingan organisasi.

“Saya tidak pernah menarik itu Pak, hanya sumbangan untuk kegiatan seperti rapat atau ketika ada pemateri untuk beli airnya itu,” katanya.

Sementara PLt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Prama Jaya, saat dikonfirmasi menyatakan, siapapun yang melakukan pungli sudah tidak sesuai sengan aturan yang berlaku. Diharapkan kepada guru dan pihak yang merasa dipungut untuk segera melapor kepada institusi yang dipimpinnya itu. “Suruh lapor ke Disdik saja jika ada pungli oleh siapapun,” katanya singkat.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.