Kasus Sekolah Ambruk Naik Sidik, Kapolres: Bisa Satu atau Dua Tersangka

Atap dua ruang kelas di SDN Samaran 2 hancur berantakan pasca ambruk pada Jumat (17/1) pagi kemarin. Lokasi ambruk sudah terpasang garis polisi. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Polres Sampang mengungkap hasil identifikasi penyelidikan kasus ambruknya atap sekolah di SDN Samaran 2 Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang.

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro mengatakan, perkara kasus tersebut kini sudah memasuki babak baru. Polisi telah menaikan status dari penyelidikan ke penyidikan. Saat ini, penyidik sudah memeriksa tiga orang sebagai saksi.

“Sudah naik ke tahap sidik, dalam waktu dekat kita akan rilis penyebab ambruknya atap sekolah itu, tiga orang diperiksa statusnya masih saksi, kita akan kembangkan bisa satu atau dua pelaku sebagai tersangka,” tegas Didit kepada wartawan, Selasa (21/1/2020) siang.

Didit belum bisa menjelaskan pemanggilan pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas insiden tersebut. Namun ia memastikan pihaknya telah memanggil tim ahli guna memeriksa konstruksi dari pada bangunan-bangunan itu.

“Kita sudah mengamankan sampel di tempat kejadian perkara dari kondisi fisik bangunan,” jelasnya.

Sebelumnya, dua ruang kelas SDN Samaran 2 Kecamatan Tambelangan, sekitar pukul 09.00 WIB, ambruk diduga karena konstruksi bangunan rapuh. Meski tidak ada korban jiwa, namun kegiatan belajar ratusan siswa dipindahkan sementara ke ruang kelas taman kanak-kanak (TK).

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.