Sumenep, (Media Madura) – Puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 Jawa Timur yang diselenggarakan di Pantai Wisata Lombang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (28/11/2019), berlangsung meriah.

Bupati Sumenep, A. Busyro Karim dalam sambutannya menyelipkan kisah asal mula cemara udang yang dibawa oleh saudagar Cina.

“Alhamdulillah, diperkirakan 10 KM dipantai ini, nampak keindahan alam berupa cemara udang yang luar biasa, sebagaimana diceritakan dalam sejarah bahwa cemara udang ini dibawa oleh saudagar dari Cina,” sebutnya.

Menurut Bupati, tidak salah apabila puncak kegitan HKN diletakkan di Sumenep, tepatnya di pantai berlatar destinasi wisata alam dengan pesona pasir putih dan cemara udang yang memanjakan mata.

“Kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda pada pelaksanaan HKN dengan di tempat lain,” jelasnya.

Ke depan, lanjut politisi PKB ini, akan semakin banyak tantangan yang mesti dihadapi, khususnya di bidang kesehatan, mulai dari tenaga medis bahkan dokter spesialis.

“Walaupun untuk saat ini ada sekitar 3.696 tenaga, yang meliputi Dokter, Perawat, Bidan, Tenaga Farmasi, Nutrisonis, Tenaga medis dan lain-lain, namun tetap masih kurang dan akan kita kembangkan lagi, mengingat secara geografis Sumenep terdiri dari 126 Pulau,” ungkap suami Nur Fitriana ini.

Untuk saat ini, Kabupaten yang terkenal dengan sebutan kota keris ini sudah ada 4 Rumah Sakit, 30 Puskesmes, 68 Puskesmas pembantu, 89 Puskesmas keliling, 334 Ponkesdes, 1420 Posyandu dan 346 Poswindu.

Kendati demikian menurut Bupati dua periode ini, sudah banyak prestasi yang disandang Dinas Kesehatan dan patut untuk dikembangkan.

“Diantaranya ada 30 Puskesmes yang sudah terakreditasi, di samping itu bahkan ada 5 Puskesmas yang sudah menyandang predikat Paripurna,” bebernya.

Masih menurut mantan Ketua DPRD Sumenep, selanjutnya pada tahun 2020 nanti, program Bantuan Layanan Umum Daerah (BLUD) akan dimulai.

Disamping, ada pencanangan program lain, untuk saat ini saja Kabupaten Sumenep sudah masuk nominasi pelayanan publik inklusif melalui program inovasi Warung ASDIK (Warung Anak Sehat, Cerdas, dan Ibu kuat). Bahkan, Sumenep juga masuk Kabupaten tercepat dalam penurunan angka stunting di seluruh Indonesia.

“Hanya Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Banggai yang mendapat kehormatan memaparkan langsung di Pusat tentang langkah-langkah mencegah dan menurunkan angka stunting, dan ini sangat luar biasa sekali,” imbuhnya.

Kurun waktu lima tahun, lanjut Bupati, sekitar 18 persen angka stunting berhasil diturunkan. “Bahkan yang terbaru, tahun ini, Kabupaten Sumenep mendapat penghargaan sebagai kabupaten sehat dengan Kabupaten Pamekasan,” imbuhnya.

Terakhir, pihaknya berharap ada sinergitas antar pemangku jabatan, khususnya pemerintah Provinsi Jatim dan Kabupaten lain di Madura, walaupan untuk tahun yang akan 2020 mendatang akan ada perhatian khusus Dinas Kesehatan Jatim kepada Kabupaten Sumenep.

Reporter : Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.