Penahanan Kepala Disdik Sampang Gagal, Penyidik Belum Bisa Serahkan Jupri

Penyidik Polres Sampang dan Penasehat Hukum tersangka berbincang-bincang menunggu kehadiran tersangka di Kejaksaan Negeri Sampang, Jumat (27/9/2019). (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Hari ini merupakan pelimpahan berkas perkara tahap II kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Moh Jupri Riyadi. Sayangnya, penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Sampang gagal.

Sebab, penyidik Polres Sampang belum bisa menyerahkan tersangka. Padahal, berkas penyidikan perkara Jupri telah dinyatakan lengkap alias P21.

“Sekarang ini kewenangan penyidik untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti, tapi sampai saat ini belum bisa diserahkan ke jaksa penuntut umum, kami sudah menyatakan berkas perkara lengkap pada Minggu lalu,” kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sampang Edi Sutomo, Jumat (27/9/2019) sore.

Dalam kasus ini, penyidik tidak melakukan penahanan sejak Jupri ditetapkan sebagai tersangka kasus proyek SMPN 2 Ketapang.

“Begini resikonya ketika tersangka tidak ditahan dulu, sekali lagi itu kewenangan penyidik, kami hanya menerima berkas perkara, kalau informasi dari penyidik bahwa tersangka mau kooperatif pelimpahan tahap II,” jelas Edi.

Ditanya apakah Kejaksaan akan menjemput paksa tersangka? Edi mengaku masih melakukan upaya pemanggilan.

“Tiga kali panggilan dengan jeda waktu tiga hari, setelah itu upaya paksa,” tegasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Subiantana menyampaikan, gagalnya penyerahan tersangka dan barang bukti itu karena Jupri tidak datang ke Kejaksaan. Ia juga berencana akan menjemput paksa.

“Jupri nya belum datang, nanti kita jemput, semua berkas perkara sudah dilimpahkan tinggal BB sama tersangka,” singkatnya.

Terlibatnya Jupri Riyadi dalam kasus ambruknya pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMPN 2 Ketapang menyita perhatian publik. Kala itu, ia sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek yang dianggarkan senilai Rp 134 juta tersebut.

Sudah ada lima tersangka dalam kasus ini yang dilakukan penahanan. Diantaranya, Direktur CV Amor Palapa Abd Aziz (AZ), peminjam CV Mastur Kiranda (MK), pelaksana proyek Norman (N), serta konsultan pengawas Didik Hariyanto (DH) dan staf Sofyan (S).

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.