Siswa bersama mahasiswa berdemo ke kantor DPRD Pemekasan menolak RUU KUHP

Pamekasan, (Media Madura) – Sejumlah guru dari berbagai tingkatan di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mencari siswanya di tengah-tengah peserta demonstran. Sebab di sekolahnya banyak yang tidak masuk alias bolos.

Salah satu guru SMPN 8 Pamekasan inisial MND mengatakan, pihaknya sengaja datang ke lokasi demo di depan gedung DPRD setempat karena ada laporan siswanya mengikuti aksi tolak RUU KUHP dan revisi UU KPK.

“Laporan ke kami dari SMP 8, tapi ketika saya tanya ke siswa itu ngaku dari SMP Tlanakan,” katanya dengan nada kesal, Jumat (27/9/2019).

Pihaknya, menyisir kerumunan masa aksi, sebab tidak menutup kemungkinan ada siswanya menjadi peserta aksi.

“Kami akan cari, karena di sekolah memang ada yang tidak masuk,” tambahnya.

Berbeda dengan MND, guru salah satu SMK juga mencari muridnya, namun tidak akan menyuruhnya pulang atau kembali ke sekolah, namun akan mencatatnya yang kemudian akan dilakukan penindakan di sekolahnya.

“Jam segini tanggung jawab sekolah, makanya kami mencarinya, dan memang benar ada yang ikut,” katanya.

Penelusuran mediamadura.com, para pelajar yang ikut aksi demo menolak RUU KUHP dan revisi UU KPK bersama mahasiswa itu mengenakan pakaian seragam warna coklat muda dan celana coklat tua, ada sebagian yang mengenakan seragam baju hijau muda lengan panjang dan celananya hijau tua.

Demonstrasi menolak RUU KUHP berlangsung ricuh. Massa dipukul mundur oleh aparat kepolisian dengan menggunakan water canon dan tembakan gas air mata setelah terlibat bentrok.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.