Angka Pelanggaran Lalin di Pamekasan Masih Tinggi

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo melakukan sosialisasi kepada pengendara

Pamekasan, (Media Madura) – Angka pelanggaran lalu lintas selama operasi patuh Semeru 2019 di wilayah hukum Polres, Pamekasan, Madura, Jawa Timur masih tinggi.

Catatan polisi, selama 12 hari melaksanakan operasi terhitung dari tanggal 29 Agustus hingga 11 September 2019, Korp Baju Coklat itu berhasil menjaring sebanyak 3.081 pelanggar dari berbagai jenis pelanggaran.

“Ada 3.081 pelanggar lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2019 yang kami tindak,” kata Kasatlantas Polres Pamekasan, AKP Didik Sugiarto, Jumat (13/9/2019).

Dari sebanyak itu, 684 pelangga karena tidak memakai helm SNI, 342 melawan arus, dan 104 menggunakan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur sebanyak 180,89 tidak memakai safety belt, dan 1.582 pelanggaran lain-lain.

“Faktor melakukan pelanggaran karena kurangnya kesadaran akan keselamatan dirinya saat berkendara, faktor kecil inilah kadang menyebabkan kecelakaan,” tambah Didik.

Didik menambahkan, pelanggar lalu lintas didominasi kendaraan roda dua, yaitu sebanyak 2.412 pelanggar sisanya roda 3 dan seterusnya. Mayoritas pelanggar dari kalangan karyawan swasta, dengan jumlah 1.387 kasus.

“Usia pelanggar terbanyak itu usia produktif 26-30 tahun sebanyak 1.138 pelanggar,” tukas Didik.

Pengendara juga diminta untuk mematuhi peraturan lalu lintas dan sopan santun dalam berkendara di jalan.

“Utamakan keselamatan baik diri anda maupun pengguna jalan yang lain,” harap Didik.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.