Darul Hasyim Fath

Sumenep, (Media Madura) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep asal Pulau Masalembu, Darul Hasyim Fath mengatakan warga Masalembu panik saat musibah terbakarnya KM Santika Nusantara, Kamis (22/8/2019) malam.

Bahkan, pasca dirinya menerima informasi tersebut, dirinya langsung menghubungi pihak yang berwenang. Menurutnya, musibah macam ini sudah sering terjadi di perairan Sumenep.

“Saya mencoba menghubungi semua kawan yang berwenang dalam urusan ini untuk bisa mengambil langkah terpenting,” katanya kepada awak media di kantor DPRD, Jumat (23/08).

Saat itu, kata Darul, nelayan setempat tidak berani datang ke lokasi karena kondisi yang tidak memungkinkan. Apalagi, kata dia saat itu terdengar dentuman.

“Karena situasi gelap gulita, nelayan tidak ingin berspekulasi datang ke sana untuk melalukan evakuasi,” jelasnya.

Oleh karena laka laut yang kerap terjadi, dia berharap Basarnas bisa membuka kantor perwakilan di Pulau Masalembu. Hal itu sebagai antisipasi gerak cepat ketika terjadi kecelakaan laut.

Disamping itu sangat penting juga bagi Basarnas untuk memberikan pendidikan dan melatih nelayan Masalembu untuk melakukan evakuasi jika terjadi laka laut.

“Atau setidaknya pentingnya Basarnas melatih nelayan-nelayan setempat untuk memiliki sent of crise terhadap kecelakaan-kecelelaan lalu lintas, karena kepekaan nelayan dalam pola evakuasi perlu dididik,” ungkapnya.

Menurutnya, jika misalnya nekayan sekedar berdasar peduli, semata-mata berempati sebagai manusia lalu menolong tanpa standard keamanan yang benar, para penolong kemungkinan bisa menjadi korban yang sama.

“Apalagi kapal ini terindikasi ada ledakan-ledakan,” tambahnya.

Posisi Pulau Masalembu memang disebut sebagai sabuk nusantara, karena tepat di tengah-tengah pulau lain di seluruh Indonesia. Yakni di antara Pulau Jawa dan Kalimantan, dan lintas perjalanan dari Pulau Sumatera ke Papua.

“Lalu lintas di pulau kami sangatlah padat, siang dan malam kapal hilir mudik, pengangkut orang dan barang dari tanah Jawa ke Sulawesi, atau dari Kalimantan ke Pulau Jawa,” tandasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.