Terjerat Kasus Korupsi, 2 ASN Sampang Diberhentikan Sementara

Kabid Mutasi BKPSDM Sampang, Arief Lukman Hidayat.

Sampang, (Media Madura) – Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, saat ini tengah memproses pemberhentian sementara jabatan negeri terhadap dua ASN Dinas Pendidikan (Disdik) setempat yang terjerat kasus dugaan korupsi.

Keduanya adalah Akh Rojiun Kasi Sarpras Bidang SD dan stafnya Mohammad Edi Wahyudi. Mereka tersandung kasus dugaan korupsi fee proyek SDN Banyuanyar 2 dan kini ditahan penyidik Kejaksaan di Rutan Kelas IIB Sampang.

“Kami sekarang masih menunggu surat penahanan dari kejaksaan untuk di proses pemberhentian sementara dari jabatan ASN,” ujar Plt Kepala BKPSDM Sampang Arief Lukman Hidayat di balik telepone, Jumat (23/8/2019) siang.

Pria yang akrab disapa Yoyok ini menuturkan, selain diberhentikan sementara sebagai abdi negara juga dilakukan pemotongan gaji 50 persen bagi kedua tersangka.

Aturan ini berdasarkan Pasal 276 huruf (c) PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Kepegawaian.

“Disebutkan bahwa pegawai yang ditahan karena menjadi tersangka tindak pidana akan diberhentikan sementara dan gaji di potong 50 persen, Sanksi ini diberikan sampai menunggu keputusan inkrah dari Pengadilan Tipikor Surabaya,” jelasnya.

Yoyok mengungkapkan, dua oknum ASN Disdik tersebut telah melanggar UU No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin PNS.

“Keduanya juga dinilai tidak turut menyukseskan komitmen Pemkab Sampang untuk bersih dan memberantas segala tindakan yang terkait dengan korupsi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, masa penahanan Akh Rojiun dan Mohammad Edi Wahyudi diperpanjang selama 40 hari ke depan. Penyidik Kejaksaan menyatakan perpanjangan itu untuk memenuhi kelengkapan berkas perkara.

Sebelumnya, dua pejabat Disdik Sampang AR dan MEW ditangkap Kejaksaan Negeri pada Rabu (24/7/2019) pukul 09.00 WIB di Jalan Mutiara, Kelurahan Banyuanyar.

Ia ditangkap petugas kejaksaan saat transaksi menerima uang fee proyek pembangunan ruang kelas baru (RKB) SDN Banyuanyar 2 sebesar 12,5 persen dari total anggaran 1,4 miliar.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.