Suasana rapat koordinasi DPRD dengan panitia PAW Pilkades Baturasang dan DPMD Sampang, Rabu (26/6/2019). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Oknum Camat Tambelangan, Kabupaten Sampang, menghalang-halangi sejumlah wartawan yang hendak mewawancarai Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (P2KD-AW) Desa Batorasang.

Penghalangan tersebut terjadi usai rapat koordinasi terkait pelaksanaan PAW Batorasang dengan DPRD bersama panitia pilkades, BPD, Forkopimcam, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Pantauan di lapangan, ketika awak media hendak memberikan pertanyaan kepada Ketua P2KD Abdul Bari, oknum camat yang berkacamata diketahui bernama Moh Sulhan itu meminta wartawan untuk tidak mewawancarai panitia pilkades dengan alasan tak jelas.

Padahal, Abdul Bari mulai sedikit memberikan penjelasan persoalan yang tengah menjadi polemik mengenai ketidaksesuaian persyaratan administrasi salah satu calon kepala desa yang diloloskan oleh panitia.

“Jangan-jangan ke pak Malik saja (Kepala DPMD-red), jangan ke P2KD, sudah mas, tidak usah, off the record, no komen,” teriak Camat Tambelangan Sulhan sembari mendorong panitia keluar kantor ruang rapat DPRD. Rabu (2/6/2019) sore.

Namun aksinya itu menimbulkan ketersinggungan para wartawan yang tengah menunggu penjelasan dari panitia pilkades.

“Sikap itu tidak etis ditunjukkan oknum camat, seperti tidak menunjukkan sikap seorang pejabat saja,” kata Muhlis wartawan koran madura.com

Hal sama disampaikan wartawan radarmadura.id Moh Iqbal. Ia menyanyangkan sikap menghalang-halangi tugas jurnalis untuk mewawancarai narasumber.

“Ini tindakan yang kelewatan batas, kita mau wawancara kenapa dihalangi, kita bekerja dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” jelasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor      : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.