Kasi Pidsus Kejari Sumenep, Herpin Hadat.

Sumenep, (Media Madura) – Dua terdakwa kasus koruosi Pasar Pragaan, Baburrahman dan Koko Andriyanto akan menjalani sidang vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (25/4/2019) hari ini.

Kasi Pidsus, Kejari Sumenep, Herpin Hadad yang juga beryindak sebagai Jaksa Penuntut Umum berharap, Majelis Hakim mempertimbangkan dan mengakomodir semua tuntutan yang telah disampaikan.

“Mereka berdua dituntut 1 tahun 6 bulan, tapi vonis yang akan dijatuhkan merupakan kewenangan Majlis Hakim,” ungkapnya.

Herpin menjelaskan, proses hukum telah mengungkap pekerjaan fisik renovasi pasar tradisional yang bersumber dari dana DAK Tahun 2014 pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan nilai kontrak pekerjaan fisik Rp 2.456.456.000.

“Semua saksi yang dihadirkan telah menjelaskan saat dimintai kesaksian di Pengadilan, termasuk PPKo, Pejabat PHKO dan juga PA, dan telah menceritakan semua proses hingga pekerjaan dilaksanakan pada majelis hakim,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, pekerjaan fisik proyek Pasar Pragaan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2014 diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, volume dan RAB yang tercantum dalam kontrak.

Alhasil, menyebabkan kerugian negara hingga Rp 676.857.499,53. Dalam kasus ini, Baburrahman merupakan pelaksana proyek fisik dan Koko Andriyanto selaku konsultan pengawas.

Reporter : Rosy
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.