Sejumlah siswa SMK dengan serius saat mengikuti UNBK 2019 di Sampang, Selasa (26/3/2019). (Ryan Hariyanto/MM)

Sampang, (Media Madura) – Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Prov Jatim) Wilayah Kabupaten Sampang, Madura, mencatat ada 27 lembaga SMK swasta masih menggabung ke sekolah lain untuk mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019 karena keterbatasan fasilitas untuk keperluan ujian tersebut.

Sedangkan, 45 sekolah bisa melaksanakan UNBK secara mandiri. Untuk jumlah SMK di Kabupaten Sampang sebanyak 72 lembaga, meliputi 7 sekolah negeri dan 65 sekolah swasta.

“Sekolah yang menggabung ke sekolah lain melaksanakan UNBK karena belum memadai baik penyediaan sarpras dan SDM, tapi tahun ini sekolah yang bisa melaksanakan ujian secara mandiri semakin bertambah, artinya sekolah yang menumpang juga semakin sedikit,” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Sampang Assyari, Selasa (26/3/2019).

Assyari mengatakan, pelaksanaan UNBK 2019 SMK di Sampang mulai dilaksanakan Senin (25/3) kemarin. Pesertanya berjumlah 2.848 siswa. Terdiri dari 1.701 siswa laki-laki, dan 1.147 siswa perempuan.

Dirinya menjelaskan, sejumlah syarat untuk bisa melaksanakan ujian mandiri yakni, sekolah harus memiliki izin operasional, terakreditasi, dan memiliki komputer minimal 15 unit. Jika syarat tersebut tidak bisa dipenuhi, maka sekolah harus menumpang.

“Kami terus melakukan pendampingan kepada sekolah yang masih menggabung dalam pelaksanaan ujian nasional, sekolah tetap diharuskan bisa mengatasi kendala itu karena SMK merupakan sekolah yang harus berbasis teknologi,” jelasnya.

Pendampingan itu berupa pelatihan peningkatan SDM dan kompetensi guru di bidang teknologi. Serta, dalam pemenuhan sarana prasana (sarpras) yang dibutuhkan. Harapannya, sekolah tersebut bisa maju dan meningkatkan pelayanan pendidikan .

Sejatinya, kata Assyari, kompetensi kepala sekolah (Kepsek) dan guru SMK di Sampang sudah mempuni. Namun, dari segi sarpas yang dibutuhkan masih terbatas. Sehingga, sekolah itu belum bisa mandari.

“Semua SMK harus berbasis IT, sekolah yang tidak berbasisi IT akan tertinggal dengan sekolah lain dan tidak diminati masyarakat atau siswa,” katanya.

Assyari menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak telkom dan PLN terkait dengan penyediaan jaringan internet dan aliran listrik di sekolah. Di harapkan, selama ujian berlangsung tidak ada permasalah mengenai jaringan internet dan aliran listrik.

”Masih ada sekolah yang lokasinya berada di wilayah terpencil dan minim jaringan internet, tapi, kami sudah fasilitasi sekolah itu,” tuturnya.

Pihaknya, berharap kepada semua pemangku kepentingan untuk bisa saling bahu membahu agar pelaksanakan UNBK tahun ini berjalan sukses dan lancar. Termasuk kepada wali murid. Pihak sekolah harus betul-betul serius menghadapi dan mengantisipasi segala sesuatu yang berpotensi terjadi. Sehingga, tidak  mengganggu terhadap proses ujian.

“Kami ingin tidak hanya sukses dalam pelaksanaan, melainkan juga sukses dari sisi hasil dan berharap nilai UNBK tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya,” tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.