Warna tugu Monumen Trunojoyo Sampang yang kini di protes masyarakat karena dianggap menghilangkan nilai filosofi dan sejarah, Jumat (22/3/2019). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Perubahan warna Tugu Monumen Trunojoyo Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mendapat aksi di protes dari Komunitas Perupa Sampang (KPS). Pemberian warna cat biru dan putih itu dianggap merubah nilai-nilai filosofi dan sejarah Sampang.

“Atas dasar apa merubah warna biru dan putih itu, sangat jelas ini mencederai nilai sejarah, masyarakat Sampang kecewa dan mengecam perubahan warna Monumen,” tegas Ketua KPS Sampang Chairil Alwan, Jumat (22/3/2019).

Sebelumnya, tugu Monumen Trunojoyo itu berwarna tembaga dan emas. Kombinasi warna mempunyai makna yang luas.

Chairil Alwan mengatakan, makna simbolis tugu Monumen Trunojoyo adalah melambangkan perjuangan menegakkan keadilan dan kebenaran.

Sedangkan, komposisi warna emas pada tombak atau keris mengartikan kemuliaan dan kesatria. Warna tembaga, mengartikan semangat yang membara memberantas ketidak adilan.

“Semua warna dan simbolis tugu mempunyai filosofi berdasarkan masukan para tokoh dan ulama di Sampang, seperti bentuk tiga tombak yang artinya iman, islam dan ihsan,” jelasnya.

Dia menceritakan, konsep bentuk dan warna tugu Monumen Trunojoyo dibahas oleh semua tokoh dan kalangan bersama bupati saat itu pada tahun 2003, dan disepakati pada 2004 atau setahun kemudian.

“Kenapa berbentuk tombak, kok bukan menyerupai wajah manusia atau hewan, karena di Sampang merupakan wilayah yang mempunyai nilai agamis yang tinggi sehingga para ulama waktu itu menghindari bentuk-bentuk yang menyerupai hal itu, keris berbentuk tombak dengan demangan panjang tangkai dari pohon Lamtoro itu merupakan simbolis senjata perjuangan trunojoyo,” ungkapnya.

Pemerintah Janji Cat Ulang Tugu Monumen Sampang

Setelah ramai dan banyak mendapat aksi protes dari sejumlah kalangan, pemerintah berjanji akan mengembalikan warna tugu Monumen Trunojoyo ke warna asalnya.

Keputusan itu setelah rapat koordinasi semua pihak baik Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Komunitas Perupa Sampang (KPS).

Wakil Ketua DPRD Sampang Abdussalam, menuturkan warna cat tugu Monumen Trunojoyo yang sudah terlanjur warna putih dan biru itu akan dikembalikan ke warna semula yakni warna emas dan tembaga.

“Setelah kami mendapat laporan dari KPS, kami tindak lanjuti dan Bupati meresponnya dengan memberikan instruksi kepada DLH agar dikembalikan ke warna asal,” terang Abdussalam.

Dari pertemuan tersebut semua pihak paham bahwa filosofi yang terdapat pada bentuk dan warna tugu Monumen Trunojoyo sudah tertuang dalam peraturan Bupati (Perbup). Sehingga tidak diperbolehkan mengubah bentuk dan warna catnya.

“Ini sebenarnya salah komunikasi saja, DLH sudah koordinasi dengan Disporabudpar, cuma karena tidak ngerti staf Disporabudpar, akhirnya memperbolehkan pihak DLH merubah catnya, tapi warna itu akan dikembalikan ke asalnya sesuai filosofi yang sudah ada,” jelasnya.

Sementara Kepala Disporabudpar Kabupaten Sampang, Aji Waluyo membenarkan berdasarkan kesepakatan semua pihak dan berdasarkan ketentuan yang berlaku, pihaknya mengaku akan segera mengembalikan warna tugu Monumen Trunojoyo ke warna asalnya, yakni pada keris atau tombak berwarna emas dan pada demangannya atau pegangannya berwarna tembaga.

“Kami akan segera mengembalikan ke warna semula karena dalam bentuk dan warna tugu terdapat filosofinya,” tutupnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.