Sumenep, (Media Madura) – Hj RW (Inisial), warga Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, dilaporkan ke Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga dilaporkan polisi atas dugaan penipuan terhadap CPNS.

Pelapor bernama Rini Ramila Yanti, warga Desa Kolor, Kecamatan Kota, Sumenep. Ia melaporkan ke SPKT Polres setempat, dengan bukti laporan polisi nomor STPL/05/1/2019/Jatim/RES SMP, tertanggal kamis, 10/1/2019.

Rini Ramila Yanti melalui Kuasa Hukumnya Ach Supyadi menceritakan,terlapor RW yang saat ini merupakan istri Calon Legislatif (Caleg) Kecamatan Rubaru diduga melakukan penipuan sejak tahun 2014 lalu.

Bahwa, pada hari selasa 19 Agustus 2014, sekira pukul 10.00 WIB, datang ke rumah pelapor Rini Ramila Yanti, menawarkan bahwa akhir tahun 2014 ada pengambilan CPNS dengan cara ikut tes langsung dapat SK.

Ketika menawarkan jasa CPNS tersebut, kepada pelapor, menawarkan syarat meminta uang sebesar Rp 60 juta. Namun yang masuk Kategori dua (K2) atau sebesar Rp 150 juta kebijakan tanpa ikut tes.

Dengan tawaran terlapor, pelapor tergiur dengan mengikut sertakan empat orang keluarganya yang ingin jadi PNS dengan transaksi pembayaran terhadap RW sebesar Rp 60 juta untuk pembayaran pertama atau DP.

“Sedangkan transaksi pembayaran kedua sebesar Rp 20 juta dan pembayaran terakhir Rp 30 juta.
Namun dengan semua itu pembayaran tersebut ada kwitansinya yang ditanda tangani oleh Terlapor sendiri,” kata katanya, Kamis (14/3/2019).

Namun, kata Supyadi, sampai tahun 2015 ternyata empat orang keluarga pelapor tidak lulus tes CPNS di Sumenep, sehingga mengetahui hal tersebut, pelapor menagih janji kepada terlapor, namun terlapor bilang ada tes susulan lagi.

Beberapa bulan kemudian, terlapor (RW) memberikan foto copy penetapan NIP CPNS pusat, kepada pelapor dan bilang bahwa empat orang keluarganya pelapor tersebut sudah lulus.

“Lalu terlapor meminta kepada Pelapor agar membayar sisanya yang kurang yaitu sebesar Rp. 310 juta, tapi Pelapor bilang akan bayar kalau SK-nya yang asli sudah turun,” bebernya.

Tetapi, kata pengacara asal Kepulauan ini, sampai sekarang SK yang asli yang dijanjikan terlapor tidak ada yang turun dan empat orang keluarga Pelapor tidak diangkat menjadi CPNS.

“Sehingga terakhir pada hari Selasa (8/1/ 2019), pelapor menagih uangnya kepada terlapor agar dikembalikan. Namun terlapor hanya berjanji-janji dan berbelit-belit sampai sekarang. Akhirnya kasus ini kami laporkan ke Polres Sumenep,” pungkasnya.

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.