Catatan 8 Tahun Kiprah Suporter Peccot Mania Sumenep

Advertisement

Sumenep, (Media Madura) – Salah satu keleompok suporter di Pulau Garam Madura, Peccot Mania baru saja merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke delapan pada tanggal 23 Februari kemarin.

Perayaan yang digelar meriah itu berbanding lurus dengan eksistensi Peccot Mania selama ini yang selalu memeriahkan tribun stadion dalam mendukung tim asal Madura yakni Madura United FC dan Perssu Sumenep. 

Sebagai bagian elemen Suporter Madura Bersatu (SMB), kiprah Peccot tak bisa dipandang sebelah mata di kancah persporteran Indonesia. Meski tak setenar suporter lain, Peccot dikenal sebagai suporter yang memiliki loyalitas dan totalitas.

Terbukti, kapanpun dan di manapun Madura United FC dan Perssu Sumenep bertanding, suporter yang memiliki slogan Sacida (Salam Cinta Damai) ini selalu ambil bagian dan menjadi pewarna tribun dengan warna kostum khasnya hijau-kuning. 

Aksi Peccot Mania di tribun saat mendukung Perssu Sumenep

Menariknya, tidak hanya di tribun saja, suporter yang berbasis di Sumenep dan kini telah memiliki 14 koordinator wilayah (korwil) serta anggota di berbagai kota di Indonesia ini juga aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial, misalnya penggalangan dana untuk bencana gempa di Lombok dan Banten-Lampung.

Dihubungi mediamadura.com, Ketua Umum Peccot Mania, Agus Haryanto mengatakan, dirinya dan jajarannya bersuka cita dengan usia Peccot yang kini sudah 8 tahun sejak berdiri pada 23 Februari 2011 lalu. 

Menurutnya, dengan usia yang semakin dewasa Peccot akan terus berupaya menjadi kelompok suporter yang mengusung misi damai, namun tetap keras dalam mendukung tim kebanggannya.

“Peccot adalah bagian dari Suporter Madura Bersatu bersama Tretan Dhibik Pamekasan, Trunojoyo Mania Sampang, dan K-Conk Mania Sampang. Maka, kami akan terus mendukung Madura United FC dan klub lokal Perssu Sumenep,” ujar Agus.

Disamping itu, dirinya juga akan terus membesarkan nama Peccot Mania dengan membangun soliditas dengan korwil dan anggota-anggotanya, serta membangun komunikasi dengan pecinta sepakbola asal Sumenep yang berada di berbagai daerah. 

“Saat ini kami punya anggota aktif sekitar 700 orang, dan kami terus membangun kekompakan. Minimal dalam sebulan, empat korwil kita datangi, bersilaturrahmi dan berdiskusi terkait eksistensi Peccot,” paparnya.

Hal senada juga dikatakan pendiri sekaligus pembina Peccot Mania, Yusuf Ismail mengaku bersyukur, bahwa dengan usia yang sudah 8 tahun, Peccot Mania masih menjaga eksistensinya di tengah hiruk-pikuk dan dinamika perkembangan persepakbolaan di Sumenep dan Madura umumnya.

“Selain telah konsisten sebagai komunitas suporter yang menjunjung tinggi perdamaian (dengan Sacida-nya), Peccot juga akan tetap menjadi bagian dan perekat sesama komunitas suporter se Madura serta dengan komunitas suporter se Indonesia,” ujar pria yang biasa dipanggil Bang Ucup ini. 

Kemudian, sambung Ketua SMB ini, Peccot Mania kedepan akan terus menerima dan menampung para penggila bola guna memperbanyak anggota, dengan tujuan agar lebih mudah dalam mengkoordinasikan para suporter dalam dukung klub, serta mengarahkan pada hal-hal yang positif.

“Yang terakhir, disamping kami ingin Madura United FC berprestasi, Peccot Mania juga berharap besar agar Perssu bisa lebih berprestasi denagn naik kasta ke Liga 2 musim depan. Sehingga bisa menjadi motivator dan wadah pembinaan, menampung para pemain bola (lokal) bisa meningkat menjadi pemain profesional yang mampu mengangkat nama baik Kabupaten Sumenep dan Madura,” pungkasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here