Petugas tengah melakukan fogging DBD (Doc/MM)

Pamekasan, (Media Madura) – Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur bertambah. Dari data sebelumnya 25 penderita kini menjadi 27 orang.

Dua orang yang dinyatakan positif menderita DBD itu berasal dari wilayah Kecamatan Pakong, pasien tersebut mendapat perawatan intensif di Puskesmas setempat hingga sembuh.

“Ada dua penderita DBD di sini namun sudah sembuh,” Kepala UPT Puskesmas Pakong, H Novel, Rabu (2/02/2019).

Novel berharap, agar masyarakat mengaktifkan dan melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara 3M yakni menguras, menutup dan mengubur, karena menurut dia, 3M itu lebih efektif daripada dilakukan Fogging.

“Lebih jelasnya, janganlah hanya mengandalkan fogging saja, karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saja, sedangkan jentik-jentiknya hanya dapat dibasmi dengan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),” imbuhnya.

Data sebelumnya ada sekitar 25 orang di Kabupaten berslogan Gerbang Salam terjangkit DBD, 1 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia. korban meninggal akibat DBD masih berusia 7 tahun, warga Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, bernama Wildan Asmir.

“Data yang masuk 25 orang kena DBD, dan satu orang meninggal dunia umur 7 tahun, orang Bangkes,” katanya.

Menurutnya, dalam kurun waktu 23 hari penyakit mematikan menyerang 25 orang. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa juga diminta waspada dengan virus nyamuk ini.

“Penyakit DBD sering menyerang pada anak usia 5-14 tahun. Karena pada usia tersebut, anak-anak masih senang bermain,” imbuh Maksum.

Reporter : Ahmad Rifqi
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.