Buta aksara belum terentaskan. (dok/MM)

Pamekasan, (Media Madura) – Penderita buta aksara di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur masih tinggi. Angkanya yakni mencapai 16 ribu orang.

“Di tahun 2019 ini, angkanya masih berkisar 16 ribu orang. Kami akan berupaya menekan angka tersebut melalui program Keaksaraan Fungsional (KF),” terang Kepala Bidang PAUD Formal dan Informal Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Suyud, Rabu (20/2/2019).

Menurutnya, untuk tahun ini pemerintah sendiri menargetkan 1000 warga yang akan dientaskan. Angka tersebut dari total 6000 orang yang menyandang status buta huruf.

“Tahun ini kita targetkan 1000 orang. Semoga ini terealisasi,” tambahnya.

Pihaknya sangat optimis target tersebut bisa terealisasi. Menurutnya, jika melihat dari tahun sebelumnya yakni 2018 angka buta huruf berkisar 17 ribu. Dan kini sudah berkurang menjadi 16 ribu orang.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai target tersebut. Target utama kita untuk mengentaskan buta huruf masih di daerah Pantura. Dan yang paling banyak ada di Kecamatan Batumarmar dan Kecamatan Pasean,” ungkapnya.

Namun, ketika ditanya mengenai besaran anggaran program KF tahun 2019, pihaknya masih belum bisa memastikan secara pasti.

“Kalau Anggarannya masih belum tahu, tetapi untuk APBD II sekitar 100 jutaan lah,” tutupnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.