Pamekasan, (Media Madura) – Ketua Komisi II Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Apik, meminta pemerintah setempat memberikan pelatihan terlebih dahulu terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Hal itu menanggapi ke inginan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang akan mengeluarkan kebijakan memasukkan 25 persen produk UMKM ke toko modern.

“Pemerintah harus memberikan pembinaan khusus dulu terhadap pelaku UMKM yakni pelatihan terkait cara mengemas dan yang berkaitan dengan hal-hal tersebut supaya bisa menarik minat pembeli,” terangnya Senin (28/1/2019).

Menurutnya jika bentuk kemasan UMKM bagus maka nantinya produk yang dihasilkan akan memiliki nilai tawar tinggi terhadap konsumen.

Apalagi menurutnya saat ini produk lokal masih tertinggal untuk bersaing dengan produk-produk luar daerah.

“Kebanyakan masyarakat umum masih melihat kemasan yang menarik. Jika kemasannya bagus mereka beli, jadi kalau produk kita juga dikemas dengan bagus pasti tidak akan kalah saing dengan produk luar dan harganya pun pasti lebih bagus juga,” pungkasnya.

Sebelumnya Bupati Pamekasan Baddrut Tamam akan mengeluarkan kebijakan kebijakan dengan memasukkan 25 persen produk unggulan UMKM ke toko modern.

Bahkan dia mengancam tidak akan memperpanjang izin toko modern di daerahnya jika kebijakan tersebut tidak diindahkan.

“Kami tidak akan perpanjang izin usaha toko moderen jika prodak UMKM tidak dimasukan di dalamnya,” ungkap Baddrut.

Reporter: Zubaidi
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.