Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pamekasan, Hosnan Ahmadi

Pamekasan, (Media Madura) – Ternyata ada 27 (bukan 18 seperti berita sebelumnya) paket proyek di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur yang gagal terealisasi pada tahun 2018.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Hosnan Ahmadi mengatakan, gagalnya realisasi 27 paket proyek di enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu lantaran rekanan tidak memenuhi syarat hingga waktu yang terlalu mepet.

“Ternyata realisasi proyek 2018 ada 27 paket, itu tandanya realisasinya tidak maksimal,” katanya, Jumat (11/1/2019).

Rinciannya, 18 paket ada di Dinas Kesehatan (Dinkes), 3 paket di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), 1 paket di Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), 3 paket di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), 1 paket di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK), dan 1 paket milik RSUD dr Slamet Martodirdjo.

“Paling banyak di Dinkes. Penilaian kami ada kelalaian di pihak eksekutif,” tambahnya.

Hosnan menyayangkan pihak eksekutif mengusulkan banyak program jika tidak akan direalisasikan. Seharusnya, jika tidak mampu melaksanakan program tidak perlu mengusulkan proyek terlalu banyak.

“Proyek yang gagal tahun ini harus terealisasi dan tergelar, maksimal awal bulan tahun ini sudah ada progres,” tuturnya.

Kepala Bagian (Kabag) Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Kabupaten Pamekasan, Basri Yulianto mengaku akan tetap melalakun lelang proyek selama memenuhi syarat-syarat sesuai Perpres.

“Semuanya akan dilelang tahun ini. Kalau misalnya syarat lengkap, maka kami akan mengumumkan, karena syarat itu harus sesuai isi Perpres,” kilahnya.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.