Kepala DPMD Sumenep, A. Masuni

Sumenep, (Media Madura) – Saat ini, ratusan desa di Desa di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sudah membentuk dan memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Namun dari ratusan desa, hanya tercatat dua BUMDes yang mengelola pariwisata, yakni di Desa Bunderan, Kecamatan Dungkek dan di Desa Bringsang, Kecamatan Giligenting.

“Setahu saya baru dua, yakni Bunderan di Dungkek dan BUMDes di Desa Bringsang,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, A. Masuni, Jumat (11/1/2019).

Namun, sampai saat ini, kata Masuni, belum mengetahui sistem pengelolaan dua BUMDes tersebut. Sebab, keduanya tidak pernah melaporkan ke Dinas yang saat ini dipimpinnya itu.

Bahkan Masuni juga tidak mengetahui dampak bagi sektor pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat yang berada disekitar destinasi wisata itu. 

Meski dia mengakui jika pembangunan sebagian infrastruktur dibangun dengan menggunakan Dana Desa (DD) atau alokasi dana desa (ADD).

“Belum ada laporan, nanti kami akan turun ke sana untuk melakukan peninjauan,” janjinya.

Tetapi, selama ini memang belum ada regulasi yang mengharuskan BUMDes melaporkan penggunaan atau manejemen pengelolaan usaha kepada Pemerintah Daerah. Sebab, keberadaan BUMDes sudah mandiri.

“Untuk evaluasi cukup di internal saja, termasuk penyertaan modal dan yang lain, karena di sana sudah ada strukturnya,” tuturnya. 

Namun begitu, pihaknya terus mendorong semua BUMDes untuk berinovasi guna membangun pertumbuhan ekonomi setiap desa.

“Kalau BUMDes di Desa Mencek Tengah saat ini bekerjasama dengan PT HAKI dengan produknya penanaman jagung, sedangkan BUMDes Desa Marengan Laok dan Karanganyar perkara dengan PT Garam terkait pengelolaan dan produksi garam,” pungkasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.