Manajer Madura United, Haruna Soemitro. (doc/MM)

Media Madura – Penghentian sementara kompetisi Liga 1 2018 masih menyisahkan tanda tanya. Alasan-alasan penghentian rupanya belum sepenuhnya bikin puas sebagian klub peserta. Salah satunya, Madura United.

Manajer Madura United, Haruna Soemitro menilai keputusan PSSI menghentikan sementara Liga 1 terkait tewasnya suporter The Jakmania, yang dikeroyok oknum suporter Persib Bandung, masih rancu.

“Yang declare (menyatakan) melakukan penundaan itu Liga, PSSI atau pemerintah?,” kata Haruna bertanya.

Haruna menegaskan, penghentian kompetisi tersebut harus jelas, atas desakan pemerintah atau karena inisiatif PSSI sendiri. Kalau desakan pemerintah, khawatir disebut intervensi.

“Dalam hal ini harus hati-hati menyikapi. Karena kalau dasarnya perintah dari pemerintah, saya masih trauma dengan kosa kata ‘intervensi’,” ungkapnya.

Mestinya, PSSI sebagai federasi yang harus di depan menuntaskan masalah ini. Haruna menyatakan, bila klub hanya patuh terhadap perintah federasi dalam hal kompetisi.

“Kalau idenya sebagai hari berkabung terhadap peristiwa itu sebagai peristiwa nasional silahkan pemerintah menetapkannya,” terang Haruna.

“Tapi apabila menyangkut law enforcement (penegak hukum) terhadap perilaku dalam sepak bola mestinya domain dari federasi dalam menangani masalah itu sudah tuntas,” imbuhnya.

“Sehingga, ukurannya bukan waktu 1-2 minggu, tapi apa yang akan dilakukan dan memerlukan waktu berapa lama,” ujarnya,” Haruna menambahkan.

Sejauh ini, PSSI dinilai lemah dalam menangani persoalan suporter sepak bola meninggal. Apalagi, kasus kematian Haringga Sirila, bukan kali pertama terjadi dalam sepak bola Tanah Air, melainkan sudah berulang kali. PSSI, menurut Haruna, harus membentuk tim independen.

“Bentuk tim independen untuk menghasilkan law enforcement yang kredibel dan punya efek jera. Tim harus bebas kepentingan hanya melihat rule yang ada, kalau perlu tim Komdis AFC atau FIFA yang menangani masalah ini, agar respect yang selalu menjadi jargon sepak bola bisa diwujudkan,” pungkas Haruna.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.