Ilustrasi

Pamekasan, (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur meminta agar petani melaporkan jika terjadi kelangkaan pupuk pada musim tanam mendatang.

Dikatakan oleh Anggota Komisi II DPRD Pamekasan, Harun Suyitno, petani harus proaktif mengawasi kelangkaan pupuk, utamanya pupuk bersubsidi, jika terjadi penyelewengan maka petani harus berani melaporkan.

“Laporkan ke kami, agar kami bisa menindaklanjuti perilaku yang tidak bertanggung jawab itu, bisa-bisa disanksi,” katanya, Rabu (26/9/2019).

Kini di lapangan pendistribusian pupuk bersubsidi sesuai ketentuan. Namun saat musim tanam tiba kerap terjadi kelangkaan.

“Jika terjadi kelangkaan patut dicurigai. Sebab, kuota pupuk masih aman,” tambah Harun.

Sementara Kasi Pupuk, Pestisida, Alat, dan Mesin Pertanian Distan PHP Pamekasan R Deddy Dwi Yudha Bakti menyatakan, distribusi pupuk bersubsidi berjalan efektif. Seluruh petani yang memiliki kartu tani mendapat jatah pupuk.

“Alhamdulillah distribusi pupuk berjalan lancar, bagi petani yang tidak mengantongi kartu tani, bisa bergabung dengan kelompok tani. Dengan demikian, secara akumulatif kebutuhan pupuk bisa terpenuhi,” katanya.

Deddy menyampaikan, pengawasan pupuk juga maksimal. Barang bersubdi itu dipastikan tepat sasaran. Tujunnya agar petani yang membutuhkan tidak kesulitan sehingga produktifitas pertanian maksimal.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.