Sumenep, (Media Madura) – Dua orang Pendamping Program Keluarga Harapan (PPKH) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur secara resmi mengundurkan diri dan melepas jabatannya.

Selain dua orang itu, ada 69 jabatan lain non PPKH yang juga mengundurkan diri. Identitas yang mengundurkan diri dari pendamping PKH yakni berinisial FNL dan MTH, pendamping PKH di wilayah Kecamatan Pragaan. 

Sementara 69 lainnya berada dibeberapa wilayah yang tersebar di Kabupaten Sumenep. Seperti Kecamatan Lenteng dan Batang-batang.

“Total ada 71 pendamping PKH yang resmi mengundurkan diri,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep, R. Aminullah, Jumat (14/9/2018).

Menurut Minul, mereka mengundurkan diri karena beberapa alasan, diantaranya karena  melakukan rangkap jabatan dengan pekerjaan lain. 

“Seperti menjadi panitia pemilihan gubernur di bawah Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan menjadi guru sertifikasi di bawah Kementerian Agama (Kemenag) atau Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Minul mengaku, walaupun sudah ada 71 orang pendamping PKH yang resmi mengundurkan diri, pihaknya tidak akan tinggal diam, apabila ditemukan lagi maka akan ditindak tegas.

“Jika ada temuan terkait pendamping PKH yang rangkap jabatan, laporkan ke kami. Pasti akan kami tindak,” pintanya.

Oleh sebab itu, ia menghimbau agar para pendamping PKH yang masih belum diketahui merangkap jabatan, sebaiknya segera memilih diantara dua pekerjaan tersebut.

Sebelumnya, Dinsos Sumenep merilis, ada 121 pendamping PKH yang rangkap jabatan, 50 orang merangkap jabatan namun tidak melanggar peraturan pendamping PKH, dan 71 orang merangkap jabatan di instansi pemerintah atau melanggar peraturan dan kode etik pendamping PKH. 

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.