Kepala BPBD Sumenep, Abd Rahman Riadi

Sumenep, (Media Madura) – Dalam tiga bulan terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menghabiskan anggaran Rp 78 juta untuk penanggulangan kekeringan.

“Ya, dari bulan Juni hingga Agustus kita droping air bersih setiap hari ke sejumlah desa yang mengalami kekeringan, dan sudah kita habiskan Rp 78 juta,” terang Kepala BPBD Sumenep, Abd Rahman Riadi, Senin (3/8/2018).

Dengan demikian, sambung Rahman, dana Rp 80 juta yang di APBD khusus untuk mengatasi kekeringan dan kelangkaan air bersih saat ini sudah nyaris habis. Sehingga, pihaknya berencana untuk mengajukan kembali.

“Kami akan lihat dulu, apakah ada masih pengajuan dari masyarakat atau tidak. Jika ada, maka akan kita verifikasi, misalnya memang benar masyarakat masih membutuhkan air bersih, maka akan kita ajukan dana lagi,” paparnya.

Disamping itu, pihaknya juga masih menunggu rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai masa musim kemarau tahun ini.

“Biasanya bulan September ini (rilis BMKG keluar). Jadi, kami juga perlu mengetahui informasi perkiraan akhir musim kemarau dan awal musim hujan,” inbuhnya.

Rahman Riadi memamparkan, sampai saat ini ada 27 desa yang tersebar di 10 kecamatan yang sudah mengalami kekeringan. Dengan rincian, 10 desa kategori kering kritis dan 17 desa lainnya kering langka.

“Salah satu desa yang terdampak kering kritis diantanya desa Batang-batang Daya dan Desa Jangkong, Kecamatan Batang-batang. Sementara kering langka diantaranya Desa Langsar, Kecamatan Saronggi,” tukasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.