Warga melihat langsung gundukan pasir yang muncul tiba-tiba

Sumenep, (Media Madura) – Femonema tempat yang muncul secara mesterius ternyata tidak hanya terjadi di Desa Sepanjang Kecamatan/ Pulau Sapeken saja, tapi juga muncul di daerah lain di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Sebelum di Sepanjang heboh hamparan karang misterius, ternyata juga juga muncul gundukan pasir di Pulau Giliraja Kecamatan Giligenting yang oleh warga setempat juga disebut muncul secara tiba-tiba.

Gundukan pasir tersebut berada di tengah laut dekat lokasi bangkai kapal kompeni (zaman penjajahan belanda). Menjadi aneh lantaran munculnya pasir tersebut secara tiba-tiba, meski sebagian warga juga ada yang menganggap sebagai fenomena alam. 

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Sigit mengatakan, bahwa sebelumnya gundukan pasir dengan panjang sekitar 150 meter dan lebar sekitar 40 meter itu, hanya berupa tumpukan karang sebelum akhirnya tertimbun pasir putih. 

“Sebagian kami menganggap itu fenomena alam. Tapi dari karang sekarang sudah gundukan pasirnya. Sehingga warga terkadang mengunjungi lokasi itu,” ujar Sigit. 

Sigit menuturkan, meski lokasi gundukan pasir tersebut sangat jauh dari bibir pantai, namun gundukan pasir tersebut cukup menarik untuk dikunjungi. Apalagi, cerita kemunculannya juga bikin orang penasaran.

“Yang datang mayoritas warga sini, tapi juga ada warga luar yang mungkin mendengar cerita tentang gundukan pasir tersebut,” katanya. 

Sedang untuk sampai ke gundukan tersebut, warga harus menyeberangi laut sebanyak dua kali. Pertama, menyeberangi laut dari pelabuhan Cangkareman, Kecamatan Bluto menuju Pulau Gili Raja.

Lalu, dari pelabuhan cangkareman terdapat dua rute untuk sampai ke pulau yang terdiri dari empat desa itu, yakni Desa Jate, Banmaleng, Banbaru, dan Desa Lombang. Rute pertama menuju pelabuhan Banbaru dan rute kedua dari Pelabuhan Cangkarman menuju Pelabuhan Cangcang, Desa Lombang.

“Jarak tempuh dua rute itu ditempuh dalam waktu normal sekitar 60 menit menggunakan kapal motor. Ongkos transportasi sekitar Rp 11 ribu per orang,” jelas Sigit. 

Kemudian untuk sampai di gundukan pasir, warga harus menyeberangi laut lagi melalui pelabuhan Desa Banmaleng dengan menggunakan perahu kecil. Dalam waktu normal perjalanan dari Desa Banmaleng menuju gundukan pasir membutuhkan waktu sekitar 40 menit.

Sementara gundukan pasir di Sapeken secara geografis masuk wilayah desa Banmaleng. Karena lokasinya berdekatan dengan Gilimanok. Gilimanok adalah pulau kecil yang hanya dihuni satu RT, dengan jumlah populasi penduduk sekitar 300 orang.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan ilmiah terkait dua fenomena di tengah laut tersebut. Namun, untuk fenomena hamparan karang yang muncul tiba-tiba di Pulau Sapeken, sebagian pihak menyebut efek dari gempa yang terjadi di Lombok, NTB beberapa waktu lalu. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.