Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Moh Jupri Riyadi. Foto : (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, meminta para siswa saat berangkat ke sekolah tidak membawa motor sendiri, melainkan para siswa dapat berjalan kaki ke sekolah. Jika tidak memungkinkan karena jarak tempuh, maka siswa dapat meminta antar kepada orang tua atau ikut angkutan umum.

Kepala Disdik Sampang Moh Jupri Riyadi mengatakan, larangan siswa membawa sepeda motor ke sekolah bertujuan agar siswa bisa sampai ke sekolah tepat waktu dan dapat meminimalisir terjadinya lakalantas yang melibatkan siswa. Selain itu secara aturan anak yang belum cukup umur tidak boleh membawa sepeda motor di jalan raya.

”Larangan siswa membawa motor ini sudah kami sosialisasikan, namun tingkat kesadaran dan pengawasan dari para orang tua relatif masih rendah, sehingga masih ada siswa yang bermotor ke Sekolah,” kata Jupri, Senin (23/7/2018).

Menurutnya, larangan siswa bermotor ke sekolah disambut baik oleh sebagian orang tua siswa. Pihaknya berharap semua wali murid dapat mengawasi dan memantau para anak-anaknya, yakni dapat mengantarkan siswa yang lokasi rumahnya jauh dari sekolah.

”Kami akui larangan ini masih memiliki banyak kekurangan, karena pihak sekolah tidak bisa menjangkau siswa yang memilih untuk menitipkan sepeda motornya di rumah warga yang dekat dengan sekolah atau ditempat lain,” terangnya.

Untuk itu, Jupri meminta semua orang tua dan warga dapat melapor ke sekolah, manakala diketahui ada siswa yang membawa motor dan menitipkan di sekitar sekolah. Sehingga larangan bermotor untuk siswa ini bisa diterapkan dengan maksimal.

”Kami berharap warga sekitar bisa pro aktif untuk melapor ke pihak sekolah dan instansinya, manakala masih ada siswa di bawah umur tetap membawa motor ke sekolah,” tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.