Pamekasan (Media Madura) – Keberadaan operator sekolah saat ini sangat dibutuhkan, tetapi sampai saat ini hampir semua kepengurusan administrasi di sekolah dimulai dari pendataan siswa hingga kepengurusan sertifikasi guru semuanya menggunakan sistem digital, tentu keberadaan operator sangat membantu untuk pendataan tersebut.

Bahkan, saat ini hampir di setiap sekolah negeri dan swasta dari jenjang TK hingga SMA sederajat sudah memanfaatkan tenaga operator untuk kepengurusan administrasi. Tetapi, keberadaan operator di sekolah nasibnya belum jelas.

Sebagian besar dari operator sekolah ini merupakan tenaga honorer yang direkrut sekolah dengan sistem honor yang minim. Padahal, operator sekolah ini terkadang harus bekerja ekstra, terlebih soal pendataan sertifikasi guru dan dapodik.

Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Moch. Tarsun menyampaikan, terkait kesejahteraan Oprator akan diperjuangkan jika sudah ada dasar hukumnya.

“Jika ada dasar hukumnya akan kami perjuangkan, cuman oprator termasuk golongan apa, Jika K2 kan sudah jelas ada SK Bupati” jelas Tarsun Rabu (23/5/2018).

Menurtnya, operator merupakan kebijaan langsung dari sekolah karena sudah ada dana BOOS. Dan dari Disdik sendiri telah mempunyai kriteria yang sudah diatur berdasarkan keputusan Bupati.

“Operator itu kan kadang ngambil dari luar atau guru sendiri yang sudah ada di dalamnya atau GTT ini yang jadi operator. Kalau seperti itu ya GTT nya saja yang kami bayar kalau operatornya belum mempunyai aturan,” pungkasnya.

Reporter : Zubaidi
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.