Ilustrasi

Sumenep, (Media Madura) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur memastikan 15 calon jemaah haji (CJH) di wilayah itu gagal berangkat tahun ini.

Penyebabnya, belasan jemaah tersebut tidak melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) hingga batas waktu yang telah ditentukan pemerintah.

Kasi Haji dan Umroh Kemenag Sumenep, Moh. Rifa’i Hasyim menerangkan, waktu pelunasan BIPH tahap pertama tahun 2018 berakhir 4 Mei 2018. 

Sedangkan yang berhak melakukan pelunasan BPIH tahap pertama sebanyak 606 CJH, tapi yang melakukan pelunasan hanya 589 orang.

“Sisanya 17 orang tidak melakukan pelunasan, tapi dua diantaranya disebabkan gagal sistem saat hendak melunasi di bank, sehingga masih ada kesempatan,” ungkapnya, Senin (21/5/2018).

Menurut Hasyim, beberapa alasan sehingga 17 CJH tidak melakukan pelunasan, diantaranya meninggal dunia, sakit parah serta permohonan penggabungan dengan keluarga lain.

“Sejauh ini, 15 calon jemaah yang sudah dipastikan gagal berangkat tahun ini,” terangnya.

Sementara itu, lanjut Hasyim, untuk pelunasan tahap dua sebanyak 49 orang. Rinciannya, dua CJH karena gagal sistem saat pelunasan pembayaran PBIH tahap pertama dan 3 orang karena sudah mempunyai titel haji (pernah menunaikan ibadah haji tahun sebelumnya).

Kemudian 21 orang karena mengajukan penggabungan baik orang tua dengan anak atau anak dengan orang tua, dan 23 karena adanya usulan pendamping. 

“Waktu pelunasan BPIH tahap kedua berakhir 25 Mei 2018 mendatang dengan besaran BPIH Rp. 36 juta,” tandasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.