Ilustrasi

Sampang, (Media Madura) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur mencatat ada tujuh dari 21 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah itu masih belum memiliki Instalasi Pengeloahan Air Limbah (Ipal). Sehingga diyakini pengelolaan limbah medis tersebut dibuang secara percuma-cuma.

Padahal, dalam aturannya sesuai dengan amanah Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) menyebut bahwa semua Puskesmas wajib memiliki pengelohan limbah medis.

Kepala Dinkes Sampang Firman Pria Abadi, melalui Sekretaris Asrul Sani, mengatakan ketujuh Puskesmas yang belum memiliki Ipal, meliputi Puskesmas Banjar Kecamatan Kedungdung, Puskesmas Jrangoan Kecamatan Omben, Puskesmas Kecamatan Pangarengan, Puskesmas Tamberu Kecamatan Sokobanah, dan lainnya.

“Masih ada tujuh Puskesmas belum memiliki Ipal, sedangkan 14 Puskesmas lainnya sudah ada,” ujar Asrul Sani, Jumat (11/5/2018).

Kata Asrul, untuk Puskesmas yang sudah memiliki Ipal, diantaranya Puskesmas Sreseh, Torjun, Banyuates, dan Kamoning Kecamatan Kota Sampang, dan lainnya.

Menurutnya, pembuatan Ipal di Puskesmas tentu tidak mudah. Butuh nggaran yang relatif besar. Selain itu, masih ada tahapan serta persyaratan yang harus dipenuhi salah satunya ketersedian lokasi dan personel dari tim kesehatan.

”Sistem pembanguan Ipal di setiap Puskesmas di Sampang terus bertahap, dana yang dianggarkan sekitar Rp 250 juta, tapi target semua Puskesmas sudah memiliki Ipal, tahun ini,” katanya.

Dirinya mengklaim, ketujuh Puskesmas belum memiliki Ipal bukan berarti ada unsur kesengajaan atau pun mengabaikan. Sebab, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi di setiap Puskemas.

”Kami memang terkendala keterbatasan anggaran dalam pembuatan Ipal ini, tidak ada unsur kesengajaan untuk menunda-nunda,” pungkasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.