Petani tembakau

Pamekasan, (Media Madura) – Permintaan tembakau Madura di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, untuk tahun 2018 menurun dibanding permintaan tahun sebelumnya.

Dikatakan oleh anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Harun Suyitno, pada musim 2018 ini, perusahaan rokok akan menyerap tembakau dengan jumlah lebih sedikit daripada tahun lalu.

“Hasil Rakor beberapa waktu yang lalu. Laporan dari pabrikan tahun ini ada pengurangan permintaan tembakau,” katanya, Kamis (12/4/2018).

Dengan permintaan yang berkurang, maka akan memicu hasil produksi tembakau petani melimpah, tapi permintaan sedikit. Kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap harga jual tembakau. Bahkan perusahaan rokok akan pilih-pilih dalam menyerap tembakau.

“Yang jadi korban lagi-lagi petani, ini harus ada solusi agar petani tetap untung,” tambah Harun.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah, urai Harun, adalah menekan perusahaan rokok agar menyerap tembakau dalam jumlah banyak, yang terpenting jangan sampai ada permainan harga dari para tengkulak yang berkecimpung dalam jual beli tembakau.

Rinciannya, PT Gudang Garam pada tahun 2017 lalu menyerap 5.500 ton sedangkan tahun ini hanya membutuhkan 5 ribu ton. PT Djarum tahun 2017 9 ribu ton sedangkan tahun 2018 turun menjadi 6 ribu ton. PT Nojorono tahun 2017 1.300 ton tahun 2018 hanya 600 ton. PT Shadana Arifnusa pada tahun 2017 lalu 2 ribu ton kini hanya 1.500 ton.

Sedangkan dua pabrikan tidak ada perubahan kebutuhan yakni PT Bentoel sebanyak 2.500 ton dan PT Sukun dengan kebutuhan 500 ton.

Reporter: Rifqi
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan