Ilustrasi (foto: reuters)

Sumenep, (Media Madura) – Sejak beberapa hari terakhir, Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur di jalan Trunojoyo nampak sepi dari kegiatan kedewanan.

Ternyata sejak Senin (21/3/2018) kemarin, para wakil rakyat tengah menggelar serap aspirasi (reses) sesuai dengan daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

Namun bukan itu yang menarik, melainkan untuk melaksanakan reses membutuhkan biaya yang cukup mahal, karena anggaran reses tersebut mencapai Rp 900 juta.

“Pelaksanaan reses ini menghabiskan anggaran Rp 900 juta, dianggarkan di APBD,” ungkap Sekretaris DPRD Sumenep, M. Mulki, Rabu (21/3/2018).

Menurutnya, reses digelar sejak tanggal 19 sampai dengan 26 Maret 2018, dan kegiatan kali ini merupakan agenda reses kedua di tahun 2017-2018.

“Ini kegiatan rutin biasa, semacam untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dimasing-masing dapil,” katanya.

Selanjutnya, dari hasil serap aspirasi tersebut nantinya akan dirumuskan di setiap fraksi. Rapat penyusunan laporan itu dijadwalkan pada 28 Maret mendatang.

“Baru akan diparipurnakan pada 29 Maret 2018,” tukas Mulki. 

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan