Kholilurrahman bersama pedagang batik di Pasar 17 Agustus Pamekasan

Pamekasan, (Media Madura) – Calon Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur periode 2018-2023 Kholilurrahman blusukan ke pasar 17 Agustus jalan Pintu Gerbang, Pamekasan, Kamis (8/3/2018).

Cabup nomor urut dua itu ditemani perwakilan pengurus partai pendukung serta puluhan simpatisan Kholilurrahman-Fathorrahman (Kholifah).

Di los pedagang batik, Kholilurrahman langsung disapa oleh pedagang, para pedagang mengeluh bahwa harga batik saat ini anjlok serta peminat sangat kurang, berbeda dengan beberapa tahun yang lalu.

“Harga batik sekarang anjlok Kiai, berbeda dengan waktu sampean jadi bupati,” tegas salah satu pedagang batik asal Desa Klampar, Proppo, Rofiki.

Diakui oleh Rofiki, semasa mantan anggota DPR RI itu menjadi bupati sering mendatangi pasar itu, meski sekedar menanyakan persoalan yang dihadapi oleh pengrajin dan pedagang batik.

“Saya senang bertemu dengan Kiai Kholilurrahman, beliau peduli pada pengrajin dan pedagang batik di sini. Saat masih jadi bupati dulu, beliau sering ke sini,” tambahnya.

Ia berharap, kelak jika terpilih kembali, ia meminta Kholilurrahman untuk kembali memajukan batik Pamekasan, seperti kisah lima tahun yang lalu yang mewajibkan seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan siswa wajib mengenakan batik asli Pamekasan.

“Harapan kami batik kembali jaya dan diminati banyak kalangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kholilurrahman menyampaikan, saat ini batik Pamekasan minim promosi, maka perlu ditingkatkan hingga akhirnya tembus level nasional dan internasional.

“Jika terpilih maka promosi batik khas Pamekasan akan kami genjot, baik melalui media lokal dan TV Nasional, saat ini memang promosinya memang kurang,” kata Kholilurrahman.

Ia bertekad semua permintaan pedagang di pasar 17 Agustus yang datang dari semua kalangan pedagang, akan dijadikan referensi dalam menjalankan tugas kelak jika terpilh kembali.

“Kami tidak mau mengumbar janji tapi bukti, buktinya selama saya menjabat pedagang disini sejahtera, semua permintaan pedagang ini perlu kami perhatikan, nanti kami akan realisasikan jika kami dikehendaki menjadi bupati,” tutup Kholilurrahman.

Saat blusukan, mantan Bupati Pamekasan ini dikerubuti warga. mereka berdesakan untuk berjabat tangan dan meminta foto dengan salam dua jari.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.