Terdakwa inisial HI (17) dikawal polisi menuju mobil tahanan Kejaksaan Negeri Sampang usai persidangan.

Sampang, (Media Madura) – Kepala Bagian Humas Pengadilan Negeri Sampang, Madura, Jawa Timur, I Gede Perwata mengatakan terdakwa HI (17) kasus pembunuhan guru Ahmad Budi Cahyanto meminta kepada majelis hakim agar diberi hukuman ringan.

Hal itu disampaikan dalam persidangan dengan agenda pembacaan pledoi atau pembelaan dari terdakwa di Pengadilan Negeri Sampang, Senin (5/3/2018).

“Isi pembelaannya pada intinya minta putusan ringan dan seadil-adilnya,” kata I Gede usai persidangan.

Dijelaskannya, dalam sidang pledoi tersebut penasehat hukum anak dan HI sama-sama mengajukan pembelaan secara tertulis. Pledoi itu langsung ditanggapi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang.

“Jadi, Jaksa menanggapi secara lisan tetap dengan tuntutan semula yakni menghukum terdakwa dengan kurungan selama 7,5 tahun penjara,” ungkapnya.

I Gede, menambahkan sidang lanjutan dengan agenda putusan hukum akan digelar di Pengadilan Negeri Sampang pada Selasa, (6/3/2018) besok.

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa Hafid Syafii, mengaku alasan pembelaan kliennya karena terdakwa masih dalam status pelajar di bangku kelas XII SMA Negeri 1 Torjun dan ingin bisa melanjutkan dunia pendidikan.

“HI ini tergolong anak dibawah umur, bahkan terdakwa sangat menyesali perbuatannya dan tidak ada niatan pemukulan yang berujung meninggalnya guru Budi,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Hafid, dokter ahli RSUD Dr. Soetomo Surabaya belum bisa menyatakan penyebab kematian almarhum Budi akibat pemukulan terdakwa. Apalagi, saat kejadian korban sendirian masih bisa pulang ke rumah istrinya di Desa Jrengik.

“Waktu dokter ahli yang dihadirkan sebagai saksi dipersidangan tidak berani bilang begitu karena korban belum dilakukan otopsi, jadi tidak serta merta disebabkan pemukulan,” terangnya.

Hafid menambahkan, pihaknya meminta agar kliennya ditempatkan di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Sampang di Jalan Mutiara.

Diketahui sebelumnya, JPU Munarwi pernah menyatakan penuntutan terhadap terdakwa karena sudah memenuhi pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Namun, terdakwa masih anak muda maka hukumannya separuh dari tuntutan orang dewasa menjadi 7,5 tahun.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.