Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tiimur, Ansarul Fahruda

Pamekasan, (Media Madura) – Setelah beberapa hari sebelumnya forum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pamekasan, Madura, Jawa Timur melakukan audiensi ke kantor Dinkes serta Mapolres, kini mereka kembali menggelar audiensi ke Komisi II DPRD Pamekasan setempat, Kamis (1/3/2018).

Tuntutan mereka tetap sama, yaitu meminta agar ada yang bertanggungjawab atas kejadian yang menimpa puluhan santri di Ponpes Al Falah Sumber Gayam, Ponpes Hidayatul Mubtadiin, dan Ponpes Al Husen Kecamatan Kadur yang muntah-muntah usai disuntik vaksin difteri beberapa waktu lalu.

“Kedatangan kami kesini tujuannya sama, yaitu meminta pihak-pihak terkait supaya menindaklanjuti serta mengusut tuntas kejadian yang mengakibatkan puluhan siswa di salah satu sekolah yang ada di Pamekasan mengalami muntah-muntah serta kejang-kejang usai dilakukan suntik vaksin difteri oleh pihak puskesmas setempat,” tegas Koirdinator LSM Pamekasan, Ribud Baidi.

Mereka mengakui audiensi kali ini sudah sedikit menemukan titik temu. Menurut dia, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan akan bertanggung jawab kerugian yang bersifat materi paling tidak biaya perawatan selama di rumah sakit.

“Kami juga masih menunggu hasil penyelidikan dari Polres Pamekasan serta hasil uji vaksin yang dilakukan BPOM di Surabaya,” tambahnya.

Namun, dirinya meminta kepada pihak terkait untuk mengkaji ulang program suntik vaksin difteri itu serta melakukan uji laboratorium, apakah program tersebut memang aman atau tidak.

“Apakah memang perlu dihentikan sementara program vaksin difteri ini, dan juga melakukan sosialisasi secara merata ke sekolah-sekolah,” tupupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tiimur Ansarul Fahruda yang hadir dalam audiensi tersebut mengatakan, jika misalnya kejadian ini terbukti akibat suntik vaksin difteri, maka pihaknya akan melakukan kebijakan nasional terkait hal ini.

“Untuk sementara kami masih menunggu hasil laboratorium yang sedang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) terkait hal tersebut,” jelasnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.