Tersangka HI saat dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sampang, Selasa (13/2/2018) pukul 12.00 WIB. (Ryan Hariyanto/MM)

Sampang, (Media Madura) – Penyidik bekerja cepat dalam menyelesaikan kasus penganiayaan yang berujung meninggalnya guru seni rupa di Sampang, Madura, Jawa Timur. Itu artinya, tak lama lagi kasus tersebut akan segera disidangkan.

Buktinya, Polres Sampang melimpahkan berkas perkara yang menewaskan Ahmad Budi Cahyanto, guru honorer SMA Negeri 1 Torjun ke Kejaksaan Negeri setempat.

“Ya hari ini kita limpahkan berkas perkaranya ke Kejaksaan Negeri Sampang,” kata Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto, Selasa (13/2/2018) siang.

Hery mengatakan, penyerahan berkas perkara tersebut sesuai target penyidikan setelah ada penetapan tersangka. Cepatnya pemberkasan kasus dengan tersangka HI (17) itu, karena termasuk salah satu kasus yang menonjol yang terjadi di wilayah Kabupaten Sampang.

“Kita sudah memeriksa 16 orang sebagai sanksi baik pihak sekolah, keluarga korban dan pelaku, serta sanksi ahli,” terangnya.

Terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sampang Munarwi, menjelaskan penyerahan berkas perkara kali ini tersangka didampingi orang tua, dan kakak, serta Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sampang, dan penasihat hukum.

“Ya sudah diterima dan dinyatakan lengkap, perbuatan tersangka memenuhi unsur pidana,” kata JPU Kejari Sampang Munarwi,

Munarwi menuturkan, untuk itu pihaknya akan melimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Sampang pada Rabu (14/2/2018) besok. Saat ini, tersangka HI dititipkan ke Rutan Kelas IIB Sampang.

Jika sudah dilimpahkan, kemungkinan sidang pertama dengan agenda pembacaan dakwaan akan dilaksanakan pada Senin (19/2/2018) mendatang.

“Sekarang ini sudah siap termasuk administrasinya, besok pagi sudah dilimpahkan ke PN,” jelasnya.

Munarwi menambahkan, tersangka dikenakan pasal primer 338 KUHP subsider 351 ayat 3 junto Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan anak dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun penjara.

“Cuma karena yang bersangkutan masih dibawah umur maka ada perbedaan dalam penjatuhan hukumannya yaitu separuh dari ancaman,” tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.