Pelaku Pembunuhan Guru di Sampang Ditetapkan Tersangka

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman menunjukkan pakaian korban saat gekar perkara di Mapolres Sampang, Jumat (2/2/2018) malam pukul 21.00 WIB. (Ryan Hariyanto/MM)

Sampang, (Media Madura) – Kepolisian Resor Sampang, Madura, Jawa Timur, menetapkan HI (17) sebagai tersangka pelaku pembunuhan Ahmad Budi Cahyono, seorang guru kesenian di SMA Negeri 1 Torjun yang tewas dianiaya.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup dan memeriksa sejumlah saksi. Tersangka HI, merupakan murid korban pada Kamis (1/2/2018) malam, menyerahkan diri kepada polisi.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 9 saksi dan alat bukti lain, dinyatakan HI pelaku pembunuhan guru statusnya sebagai tersangka malam ini juga,” tegas Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman dalam gelar perkara di Mapolres, Jumat (2/2/2018) malam pukul 21.00 WIB.

Budi Cahyono guru honorer kesenian itu menjadi korban penganiayaan oleh muridnya sendiri. Peristiwa itu terjadi pada Kamis siang pukul 13.00 WIB kemarin.

Kapolres mengatakan, pasal yang dikenakan tersangka yakni pasal 351 ayat 3 tentang tindak pidana penganiayaan mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Saat ini, lanjut Budi, tersangka masih menjalani pemeriksaan penyidik di ruang Kanit IV Tipikor untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Tersangka mengakui perbuatanya menganiaya guru sendiri hingga meninggal dunia pada saat pelajaran berlangsung,” jelas Budi.

Menurutnya, tersangka dalam menjalani proses hukum mendapat pendampingan hukum dari sejumlah pihak. Diantaranya, P2TP2A
Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sampang, Psikiater, Pekerja Sosial, dan lainnya.

“Pendampingan hukum karena tersangka masih anak-anak atau di bawah umur,” tuturnya.

Pada Jumat tadi pukul 10.14 WIB, penyidik melakukan olah TKP di depan halaman kelas XII=8 tepat di gazebo sekolah SMA Negeri 1 Torjun. Di lokasi inilah peristiwa penganiayaan terhadap guru yang dilakukan muridnya terjadi.

Dalam reka ulang pemeran pengganti itu diketahui pelaku memukul mengenai pelipis kanan korban.

Selanjutnya, korban tersungkur ke tanah. Mengetahui hal itu, teman pelaku melerai kejadian tersebut.

“Dari kejadian itu korban dan pelaku sempat dibawa ke ruang kepala sekolah mengklarifikasi insiden penganiayaan, mereka saling memaafkan,” terang Kapolres Budi.

“Setelah korban pulang berada di rumahnya, tiba-tiba korban lemas dan muntah-muntah, keluarga membawa ke rumah sakit Sampang, tapi semakin parah akhirnya dirujuk ke Dr. Soetomo Surabaya, nyawa tidak tertolong korban menghembuskan nafas,” imbuhnya.

Dirinya menegaskan, polisi tidak menemukan tanda-tanda bahwa pelaku sempat mencegat korban di luar sekolah sesuai informasinya yang beredar.

“Itu tidak ada korban dicegat di tengah jalan, semua sudah pulang ke rumah masing-masing, hanya pelaku spontan memukul korban, soal ada hubungannya dengan bela diri masih didalami lagi,” tandasnya.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan baju, celana, sepatu, cat, dan alat-alat milik pelaku dan korban sebagai barang bukti.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.