Petani Garam (dok/MM)

Pamekasan, (Media Madura) – Kepala PT Garam Persero Pegaraman II Pamekasan, Suhadi menargetkan panen 90 ribu ton garam di tahun 2018. Menurutnya, garam itu berada di atas lahan seluas 907 hektare.

“Kami optimis bisa memenuhi target yang diberikan untuk tahun ini,” katanya, Jum’at (2/2/2018).

Dijelaskan, pembuatan garam nantinya dapat dilakukan dengan beberapa kategori berdasarkan perbedaan kandungan NaCl nya sebagai unsur utama garam.

“Garam lokal kita justru lebih baik dari pada hasil garam daerah lain di luar Madura,” jelas Suhadi.

Jenis garam dapat dibagi dalam beberapa kategori, seperti kategori baik sekali, baik,dan sedang.

“Garam kita masuk kategori baik sekali,” tambah Suhadi.

Untuk mencapai target itu, pihaknya sudah mempersiapkan lahan sejak tahun lalu. Semua, jika tidak ada kendala cuaca, maka langsung bisa digarap.

“Sampai saat ini kita sudah siap tinggal menunggu musim kemarau saja,” urai Suhadi.

“Doakan kami agar bisa mencapai target untuk tahun ini agar impor garam menurun,” sambungnya.

Sekedar diketahui, tahun 2018 pemerintah berencana mengimpor garam dari Negara Australia dan India. Guna memenuhi kebutuhan sebanyak 2,37 juta ton garam. Garam itu untuk menutupi defisit kebutuhan garam sekitar 3,98 juta ton.

“Apabila pemerintah tetap melakukan impor garam besar-besaran, tentunya petani garam bisa merasakan dampak negatifnya,” tutup Suhadi.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.