Begal Berjuluk “Raja Tega” Ditembak Mati Polisi Sumenep

Aparat kepolisian saat melakukan penjagaan di rumah sakit

Sumenep, (Media Madura) – Seorang residivis pencurian disertai kekerasan asal Desa Jabaan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur akhirnya tewas di ujung tembak polisi.

Mohamad Sirat (33), dilumpuhkan polisi setelah melakukan perlawanan terhadap petugas saat diminta menunjukkan tempat persembunyian komplotannya, Senin (22/1/2017) sekitar pukul 15.30 WIB.

Kabag Rem, Indri Prasetiyo Utoro, dalam keterangannya menjelaskan, kronologi penembakan berawal saat Resmob Satreskrim Polres Sumenep melakukan penangkapan terhadap tersangka di Desa Molo’an, Kecamatan Kota. 

-Advertisement-

Penangkapan tersebut berdasarkan adanya delapan laporan polisi terkait kasus pencurian yang dilakukan oleh tersangka.

Setelah dilakukan penangkapan, tersangka diminta menunjukkan tempat persembunyian temannya di Desa Jabaan. Namun setelah dilakukan penggeledahan, di lokasi sudah tidak ada siapa-siapa.

Selanjutnya, polisi minta tersangka menunjukkan lokasi pencurian yang dilakukan. Pertama di Jl PUD Dusun Banasare Laok, Desa Banasare, Kecamatan Rubaru. 

Kemudian lokasi kedua di Desa/Kecamatan Rubaru, dilanjutkan di Desa Kasengan, Kecamatan Manding. Sedangkan lokasi yang keempat ialah di Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru.

“Namun di lokasi keempat, setelah turun dari mobil tersangka melakukan perlawanan kepada aparat,” tuturnya.

Ia melawan dengan cara berusaha mengambil senjata api milik petugas. Sebelum menembak tersangka, petugas kepolisian sempat melepaskan tiga kali tembakan peringatan, namun tak digubris. 

“Sehingga dilakukan penembakan terhadap tersangka,” jelasnya.

Pasca ditembak, tersangka sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Moh Anwar, Sumenep, untuk mendapat perawatan. Tetapi petugas rumah sakit menerangkan bahwa tersangka meninggal dunia.

Sekedar diketahui, Sirat dikenal sebagai residivis begal di Sumenep, selain gemar merampok, ia juga tak segan-segan melukai dan membunuh korbannya. Pria berjuluk Raja Tega itu pernah dipenjara karena kasus yang sama, bahkan pernah membacok KBO Polres Sumenep saat ditangkap karena kejahatannya tempo dulu.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.